Traveling Istanbul Turki

                                             "Bekerja...ibadah..piknik...repeat.."

ISTANBUL

"do you want to go Sultanahmet?"
"yes, we do"
" can i join with you? i want to go Sultanahnet but i don't know how to get there?"
   ...........

Day 5 (tanggal 4 juni )
Setelah menempuh perjalanan hampir selama 12 jam, akhirnya sampai juga di Esenler otogar. Esenler otogar merupakan terminal bus utama dan terbesar di Istanbul yang berlokasi di Bayrampasa.Terminal ini terintegrasi dengan Istanbul Metro jalur M1 (Yenikapi-Istanbul Atatürk Airport-Kirazli) di stasiun metro Otogar,Taksi,Bus kota,Bis pribadi. Sebagian besar perusahaan bus memiliki layanan antar-jemput dengan minibus mereka sendiri yang mengangkut penumpang ke bagian lain dari Istanbul.

Sebelumnya aku sudah browsing dan tanya - tanya juga sama teman yang kebetulan sudah di Istanbul bagaimana caranya ke Sultanahmet dari Esenler Otogar. Hanya saja sesampainya disana nggak tahu kenapa aku jadi bingung sendiri. Rencananya mau naik bis ke Sultanahmet, tapi bingung juga posisi bisnya dimana sementara aku juga tidak mempunyai koneksi internet untuk browsing.

Alhamdulillah  ditengah kebingunganku aku bertemu 2 traveler dari Mexico, kemudian aku nanya sama mereka apakah mau ke Sultanahmet juga. Dari merekalah aku tahu ke Sultanahmet dengan Metro yang ternyata stasiunnya deket dari bus stop di Esenler Otogar. Segeralah kami bertiga menuju Stasiun Metro. Karena aku sudah punya Istanbul card, jadi aku nggak beli di mesin cardnya..sementara 2 bule itu mencoba beli Istanbul Card by mesin. Tapi ketika kami masuk ke pintu masuk stasiun, petugasnya yang jaga bilang katanya hari ini free untuk naik kereta di Istanbul. Alhamdulillah bisa menghemat pengeluaran.

Hal yang perlu diketahui untuk yang mau traveling ke Istanbul, ketika hari raya idul fitri/Bayram semua transportasi umum di Istanbul di gratiskan oleh pemerintahnya.
Hal tersebut sudah secara resmi diumumkan oleh Majelis Umum Kota Metropolitan Istanbul, yang menyatakan bahwa transportasi umum di sana—terdiri dari bus umum, kereta api, metro, trem, dan feri, akan digratiskan untuk publik. Mulai dari 4 Juni 2019 pukul 6 pagi—yang menandai akhir bulan Ramadan—sampai 6 Juni 2019 pukul 12 malam.

Lebaran pertama disana suasana masih lenggang, tapi pas hari kedua jalanan dan transportasi umum sangat padat. Warga istanbul seperti tumplek blek turun kejalan. Metro atau trem semuanya penuh dan kudu nunggu lama..jadi nggak efektif jalan - jalannya.

Anyway, melanjutkan cerita yang tadi setelah akhirnya bisa naik Metro jalur M1, kami berpindah naik trem di Yusufpasa.
dari Esenler Otogari jalan 5 menit ke Otogar Istasyonu (Metro stasiun) naik M1A Yenikapi turun di Aksaray. dari Aksaray pindah naik trem di Yusufpasa (berjalan sekitar 5 menit naik trem T1 jurusan Eminomu turun di Sultanahmet. Akhirnya kami bertiga berpisah di Sultanahmet menuju hotel masing masing.

Cuma yang sangat disayangkan, stasiun metro tidak terintegrasi dengan stasiun tramnya..jadinya perjuangan banget geret koper berat naik turun tangga, ampyun deh..mana tangganya tinggi tinggi lagi.

Hotel pertama yang aku booking di Istanbul adalah Sultan Hostel and Guest House. Jaraknya sekitar 750 m dari Sultanahmet Istasyonu. Lumayan  gempor juga kalau harus geret koper karena jalannya disana rata2 paving. Hostelnya jadi satu sama cafe, dan nggak ada liftnya. That's why aku memilih minta kamar dilantai bawah karena sudah nggak sanggup angkat - angkat koper. Awalnya mau dikasih kamar dilantai 4, tapi setelah nego akhirnya aku dikasih kamar di lantai 2..lumayanlah...

Traveling Istanbul Turki
miniatur blue mosque
Setelah istirahat sebentar aku keluar Hostel menuju stasiun Sultanahmet karena bingung mau kemana, akhirnya aku memutuskan untuk ke Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque). Kondisi Blue Mosque masih dalam tahap renovasi. Sehabis keliling  Blue Mosque dan sholat duhur aku segera menuju stasiun Sultanahmet.

Traveling Istanbul Turki
Gulhane park
Destinasi berikutnya adalah Gulhane Park, untuk menuju kesini naik trem T1 kabatas melewati satu pemberhentian di Gulhane istasyonu, lalu jalan sekitar 600 m. Taman Gulhane merupakan taman kota di distrik Eminonu. Letaknya berdekatan dengan Istana Topkapi.

Masuk ke taman ini gratis ya, di musim liburan seperti Idul fitri ini banyak warga Istanbul yang menghabiskan waktu bersama keluarga di taman. Bisa dibilang tidak banyak turis yang datang kesini.
Sebenarnya agak merasa aneh ke taman sendirian, yang kulakukan hanya berkeliling - keliling taman dan mengambil foto. Andaikan bisa datang ke sini pada musim bunga tulip..pasti viewnya bagus banget. Sayangnya waktu kesana belum musim tulip berbunga.

Setelah lelah berkeliling taman, aku berjalan  menuju stasiun Gulhane. Destinasi selanjutnya adalah Spice bazaar (Misir carsisi). Menuju kesini aku naik trem T1 (Baciglar - Kabatas) turun di Eminonu. Sebrangi jalan  ke arah Yeni Cami, Spice bazaar ada di sebelah/belakang masji. terletdak di belakang masjid dan berada di distrik Fatih.

Traveling Istanbul Turki
Eminonu Istasyonu
Spice bazaar dikenal juga dengan Misir carsisi atau Egyptian Bazaar, di pasar ini banyak dijual rempah - rempah, teh maupun buah - buahan kering. Disini juga banyak di jual pernak pernik seperti gantungan kunci, tempelan kulkas dan sejenisnya.  Oleh - oleh seperti baklava atau turkish delight juga banyak dijual disini. Kalau mau belanja disini jangan lupa menawar karena harga biasanya ditentukan dari hasil tawar menawar.

Setelah puas berjalan - jalan di Spice Bazaar aku terus berjalan menuju masjid Sulaymaniye yang jaraknya sekitar 800 m. Hanya saja jalan menuju kesana agak menanjak, jadinya agak lumayan menguras tenaga.

traveling istanbul Turki

Masjid Sulaymaniye merupakan masjid yang dibangun oleh Dinasti Utsmaniyah pada masa sultan Al Qanuni.  Arsitek yang mendesign masjid ini adalah Mimar Sinan. Masjid ini memiliki 4 menara. Terletak di bukit ke tiga (third hill of Istanbul) dari masjid ini bisa melihat pemandangan indah kota Istanbul karena letaknya memang di perbukitan.
Sebenarnya kalau diperhatikan hampir semua masjid diIstanbul memiliki design yang kurang lebih mirip. terutama penataan lampu gantung di tengah area masjid dan bentuk kubahnya.

Sulaymaniye Mosque
Puas mengelilingi masjid, ambil foto dan tenguk - tenguk..hehe..aku segera balik lagi menuju Yeni camii. Disini aku membeli simit (roti khas turki) bentuknya kayak donat bundar melingkar tapi besar dan tekturnya agak kering renyah yang di taburi wijen. Lebih tepatnya lagi disebut roti bagel  dan aku juga beli air kebetulan disini dapat seharga 1,2 lira. kalau harga simitnya sendiri antara 1-1,5 lira. Simit banyak dijual oleh pedagang yang membawa gerobak.

Traveling Istanbul Turki
Simit
Sambil menikmati simit, aku kembali duduk tenguk tenguk memandangi orang lalu lalang di depan masjid dan selat bhosporus. Setelah kenyang segera aku kembali menuju stasiun eminonu untuk balik ke area Sultanahmet. Sampe Sultanahmet dah malem, so aku kongkow - kongkow aja di area taman depan masjid Blue Mosque. Menikmati malam yang indah di Istanbul..sayangnya sendirian..jadinya indahnya nggak bgitu berasa..hmm. Sebelum balik hotel aku menyempatkan menonton tarian Sufi di bazaar masjid yang merupakan tarian khas Turki.

Baca juga :
Solo Traveling Low Budget Ala Backpacker 10D9N (part 2) Cappadocia

NOTE Penting  :
Esenler Otogar ke Sultanahmet:
 dari Esenler Otogari jalan 5 menit ke Otogar Istasyonu (Metro stasiun) naik M1A Yenikapi turun di Aksaray. dari Aksaray pindah naik trem di Yusufpasa (berjalan sekitar 5 menit/250 m) naik trem T1 jurusan Eminomu turun di Sultanahmet (melewati 5 pemberhentian).

How to get there dari Sultanahmet
Gulhane Park :
naik Trem T1 (Baciglar - Kabatas/Eminonu) turun di Gulhane. Jalan sekitar 600 m ke arah Gulhane Park

Spice Bazaar :
naik trem T1 (Baciglar - Kabatas) turun di eminonu. Sebrangi jalan  ke arah Yeni Cami, spice bazaar ada di sebelah/belakang masjid

Sulaymaniye Cami:
Jalan dari Spice bazaar sekitar 800 m. (gunakan offline  turkey map)

Solo Traveling Low Budget Ala Backpacker 10D9N (part 3) ISTANBUL

Traveling Istanbul Turki

                                             "Bekerja...ibadah..piknik...repeat.."

ISTANBUL

"do you want to go Sultanahmet?"
"yes, we do"
" can i join with you? i want to go Sultanahnet but i don't know how to get there?"
   ...........

Day 5 (tanggal 4 juni )
Setelah menempuh perjalanan hampir selama 12 jam, akhirnya sampai juga di Esenler otogar. Esenler otogar merupakan terminal bus utama dan terbesar di Istanbul yang berlokasi di Bayrampasa.Terminal ini terintegrasi dengan Istanbul Metro jalur M1 (Yenikapi-Istanbul Atatürk Airport-Kirazli) di stasiun metro Otogar,Taksi,Bus kota,Bis pribadi. Sebagian besar perusahaan bus memiliki layanan antar-jemput dengan minibus mereka sendiri yang mengangkut penumpang ke bagian lain dari Istanbul.

Sebelumnya aku sudah browsing dan tanya - tanya juga sama teman yang kebetulan sudah di Istanbul bagaimana caranya ke Sultanahmet dari Esenler Otogar. Hanya saja sesampainya disana nggak tahu kenapa aku jadi bingung sendiri. Rencananya mau naik bis ke Sultanahmet, tapi bingung juga posisi bisnya dimana sementara aku juga tidak mempunyai koneksi internet untuk browsing.

Alhamdulillah  ditengah kebingunganku aku bertemu 2 traveler dari Mexico, kemudian aku nanya sama mereka apakah mau ke Sultanahmet juga. Dari merekalah aku tahu ke Sultanahmet dengan Metro yang ternyata stasiunnya deket dari bus stop di Esenler Otogar. Segeralah kami bertiga menuju Stasiun Metro. Karena aku sudah punya Istanbul card, jadi aku nggak beli di mesin cardnya..sementara 2 bule itu mencoba beli Istanbul Card by mesin. Tapi ketika kami masuk ke pintu masuk stasiun, petugasnya yang jaga bilang katanya hari ini free untuk naik kereta di Istanbul. Alhamdulillah bisa menghemat pengeluaran.

Hal yang perlu diketahui untuk yang mau traveling ke Istanbul, ketika hari raya idul fitri/Bayram semua transportasi umum di Istanbul di gratiskan oleh pemerintahnya.
Hal tersebut sudah secara resmi diumumkan oleh Majelis Umum Kota Metropolitan Istanbul, yang menyatakan bahwa transportasi umum di sana—terdiri dari bus umum, kereta api, metro, trem, dan feri, akan digratiskan untuk publik. Mulai dari 4 Juni 2019 pukul 6 pagi—yang menandai akhir bulan Ramadan—sampai 6 Juni 2019 pukul 12 malam.

Lebaran pertama disana suasana masih lenggang, tapi pas hari kedua jalanan dan transportasi umum sangat padat. Warga istanbul seperti tumplek blek turun kejalan. Metro atau trem semuanya penuh dan kudu nunggu lama..jadi nggak efektif jalan - jalannya.

Anyway, melanjutkan cerita yang tadi setelah akhirnya bisa naik Metro jalur M1, kami berpindah naik trem di Yusufpasa.
dari Esenler Otogari jalan 5 menit ke Otogar Istasyonu (Metro stasiun) naik M1A Yenikapi turun di Aksaray. dari Aksaray pindah naik trem di Yusufpasa (berjalan sekitar 5 menit naik trem T1 jurusan Eminomu turun di Sultanahmet. Akhirnya kami bertiga berpisah di Sultanahmet menuju hotel masing masing.

Cuma yang sangat disayangkan, stasiun metro tidak terintegrasi dengan stasiun tramnya..jadinya perjuangan banget geret koper berat naik turun tangga, ampyun deh..mana tangganya tinggi tinggi lagi.

Hotel pertama yang aku booking di Istanbul adalah Sultan Hostel and Guest House. Jaraknya sekitar 750 m dari Sultanahmet Istasyonu. Lumayan  gempor juga kalau harus geret koper karena jalannya disana rata2 paving. Hostelnya jadi satu sama cafe, dan nggak ada liftnya. That's why aku memilih minta kamar dilantai bawah karena sudah nggak sanggup angkat - angkat koper. Awalnya mau dikasih kamar dilantai 4, tapi setelah nego akhirnya aku dikasih kamar di lantai 2..lumayanlah...

Traveling Istanbul Turki
miniatur blue mosque
Setelah istirahat sebentar aku keluar Hostel menuju stasiun Sultanahmet karena bingung mau kemana, akhirnya aku memutuskan untuk ke Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque). Kondisi Blue Mosque masih dalam tahap renovasi. Sehabis keliling  Blue Mosque dan sholat duhur aku segera menuju stasiun Sultanahmet.

Traveling Istanbul Turki
Gulhane park
Destinasi berikutnya adalah Gulhane Park, untuk menuju kesini naik trem T1 kabatas melewati satu pemberhentian di Gulhane istasyonu, lalu jalan sekitar 600 m. Taman Gulhane merupakan taman kota di distrik Eminonu. Letaknya berdekatan dengan Istana Topkapi.

Masuk ke taman ini gratis ya, di musim liburan seperti Idul fitri ini banyak warga Istanbul yang menghabiskan waktu bersama keluarga di taman. Bisa dibilang tidak banyak turis yang datang kesini.
Sebenarnya agak merasa aneh ke taman sendirian, yang kulakukan hanya berkeliling - keliling taman dan mengambil foto. Andaikan bisa datang ke sini pada musim bunga tulip..pasti viewnya bagus banget. Sayangnya waktu kesana belum musim tulip berbunga.

Setelah lelah berkeliling taman, aku berjalan  menuju stasiun Gulhane. Destinasi selanjutnya adalah Spice bazaar (Misir carsisi). Menuju kesini aku naik trem T1 (Baciglar - Kabatas) turun di Eminonu. Sebrangi jalan  ke arah Yeni Cami, Spice bazaar ada di sebelah/belakang masji. terletdak di belakang masjid dan berada di distrik Fatih.

Traveling Istanbul Turki
Eminonu Istasyonu
Spice bazaar dikenal juga dengan Misir carsisi atau Egyptian Bazaar, di pasar ini banyak dijual rempah - rempah, teh maupun buah - buahan kering. Disini juga banyak di jual pernak pernik seperti gantungan kunci, tempelan kulkas dan sejenisnya.  Oleh - oleh seperti baklava atau turkish delight juga banyak dijual disini. Kalau mau belanja disini jangan lupa menawar karena harga biasanya ditentukan dari hasil tawar menawar.

Setelah puas berjalan - jalan di Spice Bazaar aku terus berjalan menuju masjid Sulaymaniye yang jaraknya sekitar 800 m. Hanya saja jalan menuju kesana agak menanjak, jadinya agak lumayan menguras tenaga.

traveling istanbul Turki

Masjid Sulaymaniye merupakan masjid yang dibangun oleh Dinasti Utsmaniyah pada masa sultan Al Qanuni.  Arsitek yang mendesign masjid ini adalah Mimar Sinan. Masjid ini memiliki 4 menara. Terletak di bukit ke tiga (third hill of Istanbul) dari masjid ini bisa melihat pemandangan indah kota Istanbul karena letaknya memang di perbukitan.
Sebenarnya kalau diperhatikan hampir semua masjid diIstanbul memiliki design yang kurang lebih mirip. terutama penataan lampu gantung di tengah area masjid dan bentuk kubahnya.

Sulaymaniye Mosque
Puas mengelilingi masjid, ambil foto dan tenguk - tenguk..hehe..aku segera balik lagi menuju Yeni camii. Disini aku membeli simit (roti khas turki) bentuknya kayak donat bundar melingkar tapi besar dan tekturnya agak kering renyah yang di taburi wijen. Lebih tepatnya lagi disebut roti bagel  dan aku juga beli air kebetulan disini dapat seharga 1,2 lira. kalau harga simitnya sendiri antara 1-1,5 lira. Simit banyak dijual oleh pedagang yang membawa gerobak.

Traveling Istanbul Turki
Simit
Sambil menikmati simit, aku kembali duduk tenguk tenguk memandangi orang lalu lalang di depan masjid dan selat bhosporus. Setelah kenyang segera aku kembali menuju stasiun eminonu untuk balik ke area Sultanahmet. Sampe Sultanahmet dah malem, so aku kongkow - kongkow aja di area taman depan masjid Blue Mosque. Menikmati malam yang indah di Istanbul..sayangnya sendirian..jadinya indahnya nggak bgitu berasa..hmm. Sebelum balik hotel aku menyempatkan menonton tarian Sufi di bazaar masjid yang merupakan tarian khas Turki.

Baca juga :
Solo Traveling Low Budget Ala Backpacker 10D9N (part 2) Cappadocia

NOTE Penting  :
Esenler Otogar ke Sultanahmet:
 dari Esenler Otogari jalan 5 menit ke Otogar Istasyonu (Metro stasiun) naik M1A Yenikapi turun di Aksaray. dari Aksaray pindah naik trem di Yusufpasa (berjalan sekitar 5 menit/250 m) naik trem T1 jurusan Eminomu turun di Sultanahmet (melewati 5 pemberhentian).

How to get there dari Sultanahmet
Gulhane Park :
naik Trem T1 (Baciglar - Kabatas/Eminonu) turun di Gulhane. Jalan sekitar 600 m ke arah Gulhane Park

Spice Bazaar :
naik trem T1 (Baciglar - Kabatas) turun di eminonu. Sebrangi jalan  ke arah Yeni Cami, spice bazaar ada di sebelah/belakang masjid

Sulaymaniye Cami:
Jalan dari Spice bazaar sekitar 800 m. (gunakan offline  turkey map)

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar