Hidup itu balance, ada suka ada duka..ada tangis ada tawa..Ada sedih ada bahagia. That's life..

Kalau sejauh ini aku banyak cerita tentang hal yang menyenangkan dari Solo Traveling. Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman yang kurang menyenangkan dalam karier per solo travelinganku..hehe...karier.. 

1. Masalah di imigrasi Kamboja


Alhamdulillah hari itu landing dengan selamat di Kamboja. Dan itu adalah solo travelingku yang pertama. 

Tibalah giliranku untuk pemeriksaan pasport di Imigrasi. Beberapa detik setelah menghadap petugas imigrasi, aku menjadi nervous luar biasa. Why? bukan karena terpesona sama petugas imigrasinya yang kebetulan ganteng banget ya..bukaaann...tapi karena berkali kali dia nanyain sesuatu tapi aku nggak paham juga apa yang dimaksud.

Petugasnya mencoba menjelaskan dalam bahasa inggris...but, aku masih nggak paham juga. Aku kira saat itu dia sedang menanyakan visa, padahal yang kutahu ke Kamboja kan bebas visa. Akhirnya karena nggak paham juga, aku di suruh masuk lagi kedalam. 

Aku dah mulai panik dan cemas, kuatir kalau akan dideportasi dan sebagainya.

Ingin bertanya tapi waktu itu aku juga nggak begitu bisa berbahasa inggris saat itu..dan akhirnya aku hanya mondar mandir cemas sambil memperhatikan apa yang dilakukan penumpang lainnya. 

Ternyata -- oh ternyata, penumpang musti mengisi  kartu kedatangan yang kemudian di sertakan di dalam pasport dan diserahkan ke petugas imigrasi untuk di cek.

Dan aku nggak tahu tentang itu, karena sebelumnya ke Malaysia dan nggak perlu mengisi kartu kedatangan.


2. Dimarahi Tour Guide di Muine





Itulah mengapa aku nggak suka ikut tour, karena jadwalnya ketat dan waktunya terbatas.
Ceritanya waktu ke Muine, aku ikut tour lokal mengingat destinasi wisatanya  jauh jauh dan nggak ada transportasi umum. Kalau nggak ikut tour musti sewa kendaraan. Karena aku sendiri  jadi nggak mungkin kan sewa motor apalagi aku juga nggak tahu  medannya. 

So, itulah kenapa aku memutuskan untuk ikut tour lokal. Destinasi utamanya ke red and white sand dune.

Apa yang terjadi...?hehe..jadi bete kalau inget ini...
waktu turun mau ke red sand dune, tour guidenya ngasih tahu kumpul jam 7 (dalam bahasa inggris), yang aku dengarnya kumpul jam 8. Entah guidenya yang salah mengucapkan atau aku  salah dengar. Tapi aku dengarnya "eight"..hmm..nggak tau deh.

So, santai - santai lah aku menikmati gundukan pasir di Red sand dune. Tiba - tiba sekitar jam 7.30 lebih, aku dipanggil - panggil sama guide nya untuk segera menuju ke mobil. Dan Ternyata seluruh penumpang mobil Jeap sudah duduk manis di dalam mobil. 

Blaik..guide yang merangkap sopir Jeapnya udah yang ngomel - ngomel githu marahin aku. Ya udahlah aku minta maaf, karena bagaimanapun aku yang salah. Tapi dia bilang, aku harus minta maaf sama semua penumpang semobil. ya..sudahlah...

Walapun setelah itu ada beberapa destinasi yang dikunjungi, tapi aku sudah nggak bernafsu lagi untuk keliling-keliling.

Begitulah..intinya sih misscommunikasi.

3. Hampir Ketinggalan Bis dari Muine  Ke Ho Chi Minh

Hari itu adalah hari terakhir aku di Muine, So aku menuju ke Agen bis yang sudah aku pesan sebelumnya yaitu ThesinhTourist. Kebetulan kantor  agennya dekat dengan hotel yang aku booking 
sebelumnya. 

Setelah konfirmasi sama petugas agennya, kemudian aku disuruh nunggu. Kebetulan disitu juga banyak yang sedang menunggu bus. Aku pikir mereka satu tujuan sama aku ke Ho Chi Minh..dan ternyata dari 
sekian banyak yang menunggu disitu tidak ada yang satu jurusan sama ku ke Ho Chi Minh. 

Tinggallah aku sendiri disitu sendirian dan menunggu dengan cemas karena busnya nggak dateng - dateng juga. Ditengah menunggu itu tiba- tiba aku pengin ke toilet. Dan toiletnya agak jauh dari tempat menunggu bis. Jadi aku menitipkan tas backpack 70 L yang lumayan berat ke petugasnya. 

Ketika berada di dalam toilet, tiba - tiba pintu toiletnya di ketuk - ketuk orang.."miss..miss..hurry up..your bus...". Tergopoh - gopoh aku berlari menuju kantor agennya dengan maksudku mengambil 
tas. Tapi katanya tasku sudah di masukkan ke bis. Segera aku menuju bis yang ditunjuk yang  ternyata bisnya bukan bis dari Sinh touris, tapi aku dititipin ke agen bus lain yang menuju Ho Chi Minh.

Mungkin karena penumpangnya cuma satu, jadi  mungkin rugi kalau hanya membawa 1 penumpang. Dan selama berada di bis aku mencemaskan tas orange ku..benaran dimasukkan ke bus ini atau nggak..

4. Kisruh Dengan Sopir Taxi Online di Malaka

Hari mulai gelap ketika aku menapakkan kakiku di tanah Malaka. Saat itu sekitar jam 8.30 malam. Terminal tampak sepi karena kebetulan hari itu adalah malam hari raya. Hal pertama yang kulakukan adalah mengisi perut yang dah mulai keroncongan. Alhamdulillah masih ada beberapa warung yang buka. 

Setelah kenyang aku segera menuju toko yang menjual kartu data. Urusan kartu beres, aku meluncur menuju pool bus yang menuju kota..but, nggak ada bus saudara- saudara. Akhirnya aku memutuskan untuk memesan Grab..dan alhamdulillah dapet juga.


Tapi drama terjadi, karena terminalnya kan luas dan agak gelap sehingga aku nggak bisa memberi petunjuk yang jelas. Aku mencoba berjalan menjauh dari terminal menuju jalan raya karena katanya mobilnya nggak bisa masuk terminal. 

Dia berusaha mencari - cari aku tapi nggak ketemu..dia minta aku menunggu dimana, tapi aku juga nggak paham. Dia chat- chat di aplikasinya udah yang marah githu..."hey..are you kidding 
me.?.."are you man or woman?" hehe...bahasanya dah kayak mo ngajak berantem (untungnya aku cewek...agak sedikit termaafkan)..

Setelah beberapa lama akhirnya ketemu juga. Udah deh, ditaxi aku diomel - omelin..katanya dia dah telpon tapi aku nggak angkat. Padahal lhoo ya...nggak ada panggilan masuk, mugkin karena di aplikasi grabnya nomor telponnya masih nomor Indonesia..

Ya udah lah..aku ngalah saja..aku minta maaf sama dia..aku bilang.. "sorry, this is my first time i go to 
Malaka"...Setelah aku mencoba menjelaskan, Alhamdulillah akhirnya dia bisa mengerti juga..

5. Terdampar di Pulau Malaka Tanpa Uang Sepeserpun


Hari masih gelap ketika aku berangkat ke pulau Melaka. Aku kesana untuk mengikuti sholat ied di Masjid Selat Malaka. Dengan berbekal uang 7 RM yang hanya cukup untuk membayar Taxi online Grab menuju masjid. Karena aku pikir nanti pasti disana ada ATM. 

Setelah sholat aku berjalan disekitar masjid untuk mencari mesin ATM dan tak juga kutemukan mesin ATM. Kucoba mencari taxi, dengan tujuan mesin ATM di kota Malaka. Setelah beberapa kali mencoba tak juga kutemukan taxi...


Bingung..cemas..campur aduk deh rasanya...nggak tahu harus , bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke Kota. 

Dengan langkah gontai aku kembali ke Masjid dan menceritakan kondisiku ke petugas bagian informasi.

Mungkin karena kasian melihat tampangku yang memelas akhirnya mereka mencoba mencarikanku tumpangan menuju ke Kota. Dan alhamdulillah akhirnya aku bisa juga kembali ke kota.

6. Mengalami Sexual Harassment di Istanbul




Mungkin inilah pengalaman terburukku selama solo traveling. Aku kenal orang ini by online, Nggak ada relationship gimana - gimana ya..sebelumnya cuma small talk aja di watsapps. 

Aku bilang sama dia kalau aku akan ke Turkey, jadi aku nanya- nanya tentang all about Istanbul. Sejauh itu sih sepertinya dia baik - baik karena nggak pernah ngobrol yang aneh - aneh. 

Singkat cerita ketika sampai Istanbul, aku memberitahu dia. Dia menawarkan untuk membookingkan hotel buatku selama di Istanbul, tapi aku tolak karena kau sudah booking hotel sendiri. 

Aku bilang dia aku nginep di hotel Ramada old city. Hari itu kita janjian ketemu di Gulhan Park, tapi karena kondisi lalu lintas yang padat akhirnya nggak bisa ketemu disitu. Dan karena aku nggak punya paket data internet kami nggak bisa komunikasi di siang itu. 

Malam sekitar jam 9 aku kembali ke hotel setelah seharian berkeliling. Baru merebahkan badan sebentar di kasur. Tiba - tiba telpon kamar berdering..karena saking capeknya, aku males menggeser badanku hanya untuk mengangkat telpon. 

Beberapa menit kemudian, tiba - tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. Aku pikir itu room boy hotelnya. Tanpa curiga apapun, aku buka pintu hotel....dann....ternyata orang ituuu...tanpa babibu, dia masuk ke kamar dan....terjadilah sexual harassament disitu...detilnya kayak gimana..tidak aku ceritakan disini..hmm..vulgar nanti. 

Alhamdulillah nggak sampai terjadi hal - hal yang diinginkan..hehe...maksudnya yang diinginkan orang itu...hmmm..sayang sekali Turkishnya nggak cakep, coba kalau cakep mungkin aku akan bilang..."nyohhh bang, silahkan.... "..haha...kidding...nggaklah, i'm not bad guy...


Dengan beberapa kejadian yang tidak menyenangkan itu, apakah  aku kapok solo traveling..nggak lah...Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Yang penting kalau solo traveling, musti hati- hati menjaga diri dan barang - barang penting kita seperti dokumen - dokumen dan dompet tentunya.


Tak Selamanya Solo Traveling Itu Menyenangkan

 

Sin- Srg 25 Nov 14.35 - 15.45

Hari ini adalah hari terakhirku di Singapura. Aku berangkat ke Bandara lebih awal karena aku mau ke Jewel dimana tujuan utamaku untuk melihat Air Terjun indoor tertinggi di dunia. Sebenarnya nggak terlalu early sih..sekitar jam 10 an pagi baru berangkat dari hotel. 


Mustinya kalau aku berangkat jam 8 pagi bisa lebih santai dan tidak terburu - buru ke bandaranya. Untungnya di antar ama mbak Nuke, kayanya dia lebih cepat menguasai medan ( arah - arah jalan, maps dan jalur - jalur MRT) ketimbang aku...ga tau deh, kemana mana sering banget nyasar...


How To Get Jewel From Great Madras Hotel

  • The Great Madras
  • Walk to Rochor (DT13)  (110 m)
  • Wait for DOWNTOWN LINE (DT)
  • Ride to BUGIS (EW12/DT14)  2 stop
  • Wait for EAST WEST LINE (tujuan Pasir Ris)
  • Ride to Tanah Merah (EW4) 
  • wait  for EAST WEST LINE (Changi Airport branch line)
  • Ride to Changi Airport (CG2)
  • Tanah Merah (EW4)
  • Expo (CG1|DT35)
  • Changi Airport (CG2)

JEWEL CHANGI AIRPORT

Bagi para Traveler mungkin sudah tidak asing lagi dengan Jewel. wait..wait...ini nggak ada hubungannya dengan Jewel In the Palace...sebuah judul drama Korea yang dulu pernah popular..bukaaan....


Tapi Jewel disini adalah....

Baca sambungannya di bawah ini.

Jewel Changi Airport merupakan taman hiburan bernuansa alam yang berada di Bandar Udara International Changi Singapura.


Bukan hanya sebagai tempat transit tapi Jewel ini sebagai ikon wisata yang wajib yang unik. Terminal mewah dan megah ini dirancang oleh arsitek dunia. Menjadi ikon destinasi terbaru Singapura, Jewel Changi Airport berbentuk kubah kaca ikonik.


Dirancang oleh arsitek kelas dunia, Moshe Safdie, Jewel menyuguhkan desain multi-dimensi yang unik, yang dilengkapi dengan berbagai atraksi wisata, tempat berbelanja dan restoran, hingga fasilitas bandara yang lengkap dan akomodasi yang dapat dinikmati oleh pengunjung dan wisatawan.


Jewel Changi Airport buka 24 jam dan  berada di area publik, di luar area keberangkatan maupun area transit, bisa dikunjungi oleh pengunjung yang hendak terbang, sedang transit, atau sekadar mengantar. Sebagian besar toko beroperasi pukul 10.00 - 22.00.


Mungkin sebagian besar orang hanya mengetahui  Jewel sebagai air terjun indoor, but actually not..  Jewel Change Airport mempunyai beragam atraksi wisata yang bisa dinikmati pengunjung.


Pesona Kemegahan  Air Terjun Indoor Tertinggi Di Dunia Di Jewel Changi Airport Singapore

BERBAGAI ATRAKSI DI JEWEL CHANGI AIRPORT :

1. HSBC Rain Vortex

Air terjun indoor 40 m di atrium centre.


2. Shiseido Forest Valley

 merupakan taman indoor yang asri. Buka setiap hari 24 jam


3. Canopy Park

Disini anda bisa menelusuri labirin atau berloncat diatas jaring bermain. atau bisa juga berjalan disepanjang jalur taman yang indah, meluncur diperosotan raksasa, atau bermain di antara kabut yang lembut. 


4. Canopy Bridge

Melangkah diatas awan setinggi 23 m dari tanah, berasa menyeberangi langit.


5. Manulife Sky Nets - Bouncing

Semacam permain berloncatan diatas jaring raksasa. Anak anak juga bisa bermain diatas trambolin yang membentang sepanjang 250m dengan aman dengan titik tertingginya 8 m diatas Canopy Park


6.Manulife Sky Nets - Walking

Walking Net adalah sebuah jaring rapat yang terletak diatas 25 m dari tanah dan Terbentang seluas 50 m . Berjalan disini akan membuat anda menjadikan pengalaman mengesankan apalagi dengan disuguhi pemandangan Forest Valey yang menakjubkan


7. Hedge Maze

Taman labirin terbesar di Singapura dan ditengah Hedge Maze terdapat menara jam yang mana anda bisa melihat seluruh labirin.


8. Mirror Maze

Perpaduan labirin kaca dan rerimbunan pohon diatasnya yang menciptakan ilusi kerimbunan yang tidak berujung.


9. Discovery Slides

Discovery Slides adalah sebuah karya seni dengan seribu satu keajaiban yang harus dinikmati secara perlahan. Pengunjung dapat bermain di ruang bermain raksasa yang berada di dek observasi ini.


10. Topiary Walk

Topiary sebenarnya adalah bagian utama dari taman - taman Eropa bergaya formal beberapa tahun yang lalu. Topiary Jewel surga selfi yang mengagumkan. 


11. Foggy Bowls

Anda bisa bermain diantara gumpalan awan dan kabut yang lembut disini.


12.Changi Experience Studio

Merupakan ruang eksperient virtual yang akan membawa anda melewati masa lalu, masa kini dan masa depan Bandara Changi. Changi experience Studio akan mengungkapkan fakta dan rahasia di balik hadirnya bandara kelas dunia.


Sebagian besar atraksi buka jam :

Senin - kamis 10.00 am - 10. pm
jumat - minggu : 10.00 am - 11.00 pm


lokasi : Canopy Park (L5)

Hampir sebagian besar atraksinya berbayar, jadi musti beli ticket yang bisa dibeli online di websitenya atau bisa juga di aplikasi seperti Klook, Traveloka etc. Karena aku nggak punya cukup waktu, jadi aku hanya melihat air terjunnya dan berfoto - foto aja disitu. 


Di bawah ini adalah Air Terjun Tertinggi Indoor di dunia. Yang aku bahas itu saja, karena cuma sempat mengunjungi HSBC Rain Vortex ini...atraksi lainnya belum sempat mencoba, jadi belum tahu seperti apa dan bagaimana.

Pesona Kemegahan  Air Terjun Indoor Tertinggi Di Dunia Di Jewel Changi Airport Singapore

HSBC Rain Vortex 

Air terjun indoor tertinggi di dunia setinggi 40 meter di jantung Jewel. Air terjun ini bernama HSBC Rain Vortex . Air terjun ini berada di tengah-tengah Jewel (Atrium Centre) dan dikelilingi oleh taman dan hutan buatan. What a beautiful waterfall..it's splendid...speechless ..pokoknya..keren banget desainnya, sebuah mahakarya manusia yang luar biasa. Musti kesini kalau ke Singapura. 


Spektakuler Di Siang hari

Mengalir 40 m ke bawah hingga basement. anda akan takjub dengan air terjun megah, terutama ketika semprotan airnya memancarkan sinar matahari dari luar.


Menakjubkan pada Malam Hari

Pada malam hari HSBC Rain Vortec mempunya keajaiban mistis yang berbeda  dengan di siang hari, setiap jam, sebuah lembaran air menjadi layar yang menjadi pertunjukan musik dan cahaya (music and light). 


Karena aku ke Jewelnya siang hari, Jadi penasaran juga untuk melihat Air terjun ini di malam hari, bisa kubayangkan pasti sangat indah. Next musti ke sini malam hari.. InsyaAllah...


Cara Menuju Jewel dari (Terminal Lainnya)


Area ini terhubung dengan Terminal 1 sampai 4 Bandara Changi.


  1. Dari Terminal 1, area ini terhubung dengan Area Kedatangan Terminal 1 di lantai 1.
  2. Dari Terminal 2, pengunjung dapat berjalan kaki menuju ke Jewel dari Area Keberangkatan Terminal 2 (dekat baris 11) atau Terminal 3 (dekat baris 11) melalui jembatan penghubung.
  3. Dari Terminal 3, pengunjung dapat berjalan kaki dari Area Keberangkatan Terminal 2 (dekat baris 11) atau Terminal 3 (dekat baris 11) melalui jembatan penghubung.
  4. Dari Terminal 4, ada layanan bus antar-jemput bandara gratis ke Terminal 3. Dari sana, pengunjung bisa melanjutkan dengan berjalan kaki melalui jembatan penghubung dari area keberangkatan di Lantai 3.


Bagi  yang hendak menikmati suasana Jewel Changi Airport, sebaiknya datang lima jam sebelum keberangkatan pesawat, sehingga masih punya banyak waktu untuk berfoto, makan, atau berbelanja di ratusan toko di sana.


Kalau tidak punya banyak waktu berjalan kaki ke area baru tersebut, pengunjung masih bisa menumpang Skytrain dari T3 (Transit Area Station B) dan Terminal 2 (Transit Area Station E).

Dari dalam kereta, pengunjung bisa menatap panorama Jewel Changi Airport dari ketinggian.



Cara Menuju Jewel (dari kota)

1. Dengan MRT

Naik jalur East-West Line (jalur hijau) menuju Stasiun Changi Airport (CG2). Setelah keluar dari stasiun, di Lantai 2 Terminal 2 dan Terminal 3, terdapat jembatan penghubung yang menuju ke Jewel. from departure Hall (level 2) T2 (near row 1).


2. Dengan Bis

Layanan Bis akan berhenti di halte bus di Terminal 1:
bis 24, 27, 34, 36, 53, 110, 858
Setelah tiba di Terminal 1, ikuti petunjuk menuju Jewel di Lantai 


Setelah menikmati sedikit waktu di Jewel dan foto foto sama air terjunnya. Aku segera menuju ke Terminal T3 untuk naik shuttle ke T4.


How To get Terminal 4 dari  Jewel

Dari Jewel ke Terminal 4, melalui jembatan penghubung ke T3/T2

Bis shuttle T3 - T4
  • at T3 : Departure Hall, level , door 8
  • at T4 : Arrive Hall(opposite Clinic)
atau bisa juga dari aula kedatangan 1 di T2 lalu naik shuttle ke T4

Sampailah aku di Terminal 4, salah satu terminal Changi airport yang megah. Foto dibawah ini adalah ruang tunggu /boarding room nya Terminal 4.

Pesona Kemegahan  Air Terjun Indoor Tertinggi Di Dunia Di Jewel Changi Airport Singapore


Dan akhirnya harus say goodbye to Singapore...see you next year....

Baca juga :

sumber : https://www.jewelchangiairport.com/id/

Pesona Kemegahan Air Terjun Indoor Tertinggi Di Dunia Di Jewel Changi Airport Singapore



 SPECTRA – A LIGHT & WATER SHOW



Waktu Pertunjukan :
Min – Kamis: 20.00 & 21.00
Jum & Sab: 20.00, 21.00 & 22.00


Setiap pertunjukan berdurasi 15 menit. Waktu pertunjukan dapat bervariasi pada tanggal-tanggal tertentu.

Temukan keajaiban Spectra – A Light & Water Show, kemeriahan gratis outdoor yang diselenggarakan pada malam hari dan ditampilkan di atas air di Event Plaza.



Pertunjukan berdurasi 15 menit ini ditampilkan dalam cerita empat bagian, nikmati simfoni tarian air mancur, proyeksi visual penuh warna, pertunjukan laser canggih, dan efek lava dan kabut — semuanya diiringi lagi tema orkestra.



Spectra ini merupakan  a light dan water show terbesar dan terkeren yang pernah aku lihat. Jadi kalau kalian ke Singapura sempatkan untuk menonton ini..Gratis...Rugi deh, kalau nggak lihat. 


Apalagi kalau kesininya sama pasangan anda...beuhh..suasananya romantis deh...dan untuk para jomblower, nikmati saja ke jomblowanmu dalam suasana yang romantis itu...hehe..



SPECTRA – A LIGHT & WATER SHOW SINGAPORE


How to get National Galery from Bugis

Bugis (EW12|DT14)
Wait for
now, 6 min
EAST WEST LINE 
Bugis (EW12|DT14)
City Hall (EW13|NS25)
Walk to
National Gal Lery Singa Pore (National Gallery Singapore) 450 m 7 menit


Kami melanjutkan perjalanan menuju National Gallery Singapore, tapi berhubung waktu yang sudah menjelang sore dan juga gerimis jadi kami hanya berfoto - foto di depan gedungnya. Selain itu juga aku nggak terlalu tertarik pada art atau lukisan- lukisan dan sejenisnya. 

Mungkin ada yang belum tahu National Gallery Singapore


National Gallery Singapore

Solo Traveling ke Singapura 4D3N ( Merlion Park dan Garden The Bay)
Galery National Singapore

Museum terbaru dan terbesar dari seni modern Singapura dan Asia Tenggara yang dinaungi oleh dua monumen nasional Singapura yang menakjubkan. Galeri ini bertempat di dalam dua bangunan ikonis di Singapura: Supreme Court Building dan City Hall terdahulu. Kekunoan dan kekinian bertemu di National Gallery Singapura. 


Tahun 2015, dua bangunan tersebut direnovasi dan dikembangkan untuk menjadi museum terbesar di Singapura.


Terletak secara strategis di jantung Civic District, Galeri ini menempati gedung City Hall dan Supreme Court lama—dua bangunan ikonis yang memainkan peran monumental dalam sejarah Singapura. 


Perhatian yang cermat diberikan demi memastikan pedoman pelestarian kedua monumen nasional ini benar-benar dilaksanakan walaupun keduanya dirombak untuk menjadi museum seni negara yang dibuka untuk umum.


Didedikasikan untuk mengumpulkan koleksi yang akan memberikan wawasan tentang seni yang unik, warisan, dan sejarah di kawasan tersebut, Galeri ini menjadi tempat yang wajib dikunjungi di Singapura. 


Di lahan seluas 64.000 meter persegi inilah ajang seni visual terakbar di Singapura dan salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara berada.


Gallery ini memamerkan lebih dari 8.000 Koleksi Nasional Singapura, yang menjadikannya salah satu koleksi publik terakbar dan paling berharga di dunia dalam seni modern Singapura dan Asia Tenggara sejak abad ke-19 hingga sekarang. Tempat ini dengan bangga  memamerkan karya beberapa seniman asli Singapura yang tersohor, antara lain Georgette Chen, Chen Chong Swee, dan Liu Kang.


Koleksinya juga memamerkan karya seni signifikan oleh seniman teratas, baik dari Asia Tenggara dan seluruh dunia. Karya seni penting dari wilayah ini antara lain karya Raden Saleh (Indonesia), Latiff Mohidin (Malaysia), dan Nguyen Gia Tri (Vietnam), sementara seniman internasional yang karyanya pernah mempercantik galeri ini antara lain Yayoi Kusama dan Mark Rothko.


National Gallery Singapore juga menghadirkan Keppel Centre for Art Education—pusat edukasi seni pertama di Singapura. Keluarga dan pelajar juga akan dapat membenamkan dalam lingkungan belajar yang kreatif dengan serangkaian program dan kegiatan belajar yang aktif dan artistik.


Setelah puas berfoto - foto di depan National Galerry Singapore kami menuju Merlion Park. Merlion Park merupakan salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi kalau ke Singapura pertama kali, belum ke Singapura kalau belum foto sama Merlion...iya nggak sih...hehe..


Merlion Park

Solo Traveling ke Singapura 4D3N ( Merlion Park dan Garden The Bay)
Merlion


Bertemu Sang Legenda, Sosok separuh ikan dan separuh singa ikonis, Merlion, berdiri di tepi perairan Merlion Park. Anda mungkin pernah melihat gambar ikon nasional Singapura, Merlion dengan kepala singa dan tubuh ikan.


Kisah tentang ikan

Badan Merlion melambangkan awal mula sederhana Singapura sebagai desa nelayan saat masih bernama Temasek, yang berasal dari kata tasek (danau dalam bahasa Melayu). Kepalanya mencerminkan nama asli negara ini, Singapura, atau 'kota singa' dalam bahasa Melayu.


Sekarang, Anda dapat melihat legenda ini di Merlion Park. Memancurkan air dari mulutnya, patung Merlion berdiri dengan tinggi 8,6 meter dan berat 70 ton.

Ikon yang wajib disambangi oleh wisawatan yang mengunjungi Singapura, sama seperti landmark ikonis lain di seluruh dunia. Dibangun oleh pengrajin lokal Lim Nang Seng, diresmikan pada tanggal 15 September 1972 oleh Perdana Menteri Lee Kuan Yew di muara Singapore River untuk menyambut semua pengunjung ke Singapura.


Masa Perpindahan

Namun, dengan rampungnya pembangunan Esplanade Bridge pada 1997, patung init tak lagi terlihat jelas dari tepi perairan. Patung ini direlokasi sejauh 120 meter dari posisinya yang semula pada tahun 2002 ke lokasi saat ini di Merlion Park, di depan Hotel Fullerton dan menghadap Marina Bay. 


Taman ini juga berisi patung Merlion dengan ukuran yang lebih kecil. Dikenal sebagai 'anak Merlion', patung ini menjulang setinggi dua meter dan berbobot tiga ton. Patung asli dan anaknya adalah yang paling terkenal di antara tujuh patung Merlion yang diakui di Singapura.

Coba temukan patung lainnya di sisa waktu perjalanan Anda: terdapat satu patung di Tourism Court dekat Grange Road, serta satu lagi di Mount Faber.


Sayang sekali tempat ini begitu ramai pengunjung, so aku tidak bisa mengambil momen yang bagus untuk berfoto - foto. Pengennya sih bisa mengambil gambar bersama sang ikonik saat nggak banyak orang...tapi susah karena selalu ramai.


The Shoppes at Marina Bay Sands

Solo Traveling ke Singapura 4D3N ( Merlion Park dan Garden The Bay)

Perjalanan dilanjutkan menuju The Shoppes at Marina Bay Sands. Kenapa ke  Mal ini? tujuan kami bukan mau ngemol ya..tapi mau ke Garden The Bay. Lewat dalam mall ada jembatan yang menuju ke Garden The Bay.  


Tekor juga nih kaki karena perjalanan dari City Hall MRT ke Garden the Bay lumayan jauh juga...ke area Merlion Park habis duhur menurutku memang waktu yang tepat. Karena bisa ke Garden the Bay sore hari dan malamnya punya kesempatan untuk melihat pertunjukan Rhapsodi..... dan setelah itu kami bisa kembali menuju mall shoope untuk menonton pertunjukan spektra show. 


Pas banget Timingnya...Sayang sekali di The Shoppes at Marina Bay Sands sign board nya ada, tapi suka ngilang nggak jelas dan ini yang membuat kami sering terseat didalam mall...dan susah banget menemukan orang yang bisa ditanyain. Kalau di Mal Indonesia setiap lantai mudah sekali menemukan security atau counter informasi.


Gardens by the Bay

Solo Traveling ke Singapura 4D3N ( Merlion Park dan Garden The Bay)

Temukan kecantikan alam dengan pemandangan unik, area bagaikan nirwana, dan kehijauan nan rimbun di Gardens by the Bay.


Arsitektur Gardens by the Bay yang menjulang dan unik, berbagai taman, dan belukar nan asli benar-benar satu pemandangan yang sangat menakjubkan.


Berlokasi di tepi Marina Bay Waterfront di pusat Singapura, Gardens by the Bay adalah suaka bagi para pencinta alam juga para pencinta dunia hortikultura.


Terdiri dari tiga area khusus dengan luas lebih dari 101 hektar–Bay South Garden, Bay East Garden, dan Bay Central Garden–oasis kehijauan nan rimbun ini telah memenangkan berbagai penghargaan sejak pertama kali dibuka pada 2012.


Penghargaan ini mencakup ‘Landscape Award’ dari World Architecture News pada 2013, ‘Best Attraction in Asia Pacific’ dari Travel Weekly pada 2015 dan ‘Best Attraction Experience’ pada acara 2019 Singapore Tourism Awards.


Berikut daftar yang wajib dilihat dan dilakukan di Gardens by the Bay.


Flower Dome

Solo Traveling ke Singapura 4D3N ( Merlion Park dan Garden The Bay)

Interior Flower Dome di Gardens by the Bay

Kecantikan alam menarik para pengunjung ke Flower Dome di Bay South Gardens. Menempati area seluas 1,28 hektare, area hijau ini lebih besar jika dibandingkan ketiga konservatori dingin lainnya, dan memecahkan rekor Guinness World Records sebagai World’s Largest Glass Greenhouse pada 2015. Area ini menaungi berbagai tumbuhan dan bunga dari lima benua, dari pepohonan zaitun berusia ribuan tahun hingga bunga magnolia dan anggrek.


Meskipun area ini merupakan atraksi paling spektakuler di Gardens by the Bay, Flower Dome bukanlah satu-satunya surga flora yang menanti pengunjung.

Floral Fantasy

Interior Floral Fantasy di Gardens by the Bay

Saat Anda menjelajahi Gardens by the Bay dengan santai, pastikan untuk mengunjungi Floral Fantasy.


Konservatori dalam ruangan kedua di Garden mengulas dunia sejarah dan fantasi. Ke empat zona khususnya masing-masing mengambil inspirasi dari kisah dongeng dan lantai Hanging Gardens of Babylon dengan area hijau, pahatan kayu apung nan dramatis, dan karya seni flora


Cloud Forest

Solo Traveling ke Singapura 4D3N ( Merlion Park dan Garden The Bay)
Cloud forest


Konservatori ketiga di Gardens by the Bay—dengan tepat dinamakan Cloud Forest—adalah lanskap yang dipenuhi kabut yang berisikan berbagai tumbuhan langka dan pemandangan dramatis.


Cloud Mountain yang menjulang di atas tumbuhan pakis dan tumbuhan pemakan serangga, merupakan struktur setinggi 35 meter yang dikelilingi kabut dan terselubungi vegetasi nan rimbun. Imajinasi Anda dijamin akan melambung saat Anda menghitung ketinggiannya dan menemukan kehidupan tumbuhan dari dataran tinggi tropis.


Selain menyimpan aneka bunga dan tumbuhan dari sejumlah negara tropis, di  Cloud Forest jdome juga terdapat air terjun indoor tertinggi di dunia setinggi 35 meter. Persis di depan pintu masuk. Persis di depan pintu masuk, tampak jelas air terjun indoor yang hijau dan sejuk. Begitu masuk di area cloud forest, anda akan disambut oleh hawa sejuk dan pemandangan hijau yang menyegarkan mata.


Supertree Grove

Tatkala Anda keluar dari konservatori ini, Anda mungkin menyadari serangkaian struktur yang menjulang tinggi dan aneh, yang dikenal sebagai Supertrees. Taman vertikal ini memiliki tinggi 25 hingga 30 meter, dengan dua struktur tingginya terhubung dengan lengkungan OCBC Skyway nan dramatis. 


Ketika senja datang, struktur ini diterangi dengan Garden Rhapsody, pertunjukan lampu dan musik. Kagumi panorama Singapura yang tak terlupakan, dengan menaiki puncak Supertree Observatory, dek pengamatan setinggi 50 meter, yang menawarkan panorama cantiknya distrik Marina Bay.


Garden Rhapsody

Solo Traveling ke Singapura 4D3N ( Merlion Park dan Garden The Bay)


Pertunjukan lampu dan musik yang memukau, durasi shownya 15 menit. Jadwalnya 2 kali sehari di jam 19.45 dan 20.45 waktu singapore. Pohon baja yang di kenal dengan Supertree ini disulap menjadi pohon fantasi yang menakjubkan dengan tata cahaya yang super keren.


Tutup kunjungan Anda ke Gardens by the Bay dengan menyaksikan matahari terbenam di Bay East Garden. Taman terbuka nan hijau dan tepi perairan nan cantik akan memberikan Anda pemandangan bebas halangan ke cakrawala Singapura.


Lokasi :  211 Marina Way, Singapore 018977 (MRT terdekat jalur kuning/biru stasiun Bayfront)


Kami (aku dan mbak Nuke) hanya mengunjugi Flower Dome dan Cloud Forest. Untuk tiketnya kami beli di klook dan nanti tinggal di scan di counter ticket. so, kami ngga perlu antri beli tiket saat disana. Malam harinya kami menonton pertunjukan lampu yang cantik di taman supertree...


Setelah puas menonton pertunjukan Garden Rhapsody, kami segera menuju The Shoppes at Marina Bay Sands untuk menonton pertunjukan Spectra show. 


SPECTRA – A LIGHT & WATER SHOW



Baca selengkapnya :

Wait for
DOWNTOWN LINE 
⑪ Bukit Panjang
C (B3)
     
Bayfront (CE1|DT16) 
Ride to
Rochor (DT13)
Exit at B

Showing stops for
DOWNTOWN LINE 
⑪ Bukit Panjang
Bayfront (CE1|DT16)
Promenade (CC4|DT15)
Bugis (EW12|DT14)
Rochor (DT13)

Walk to
The Great Madras 120 m, 2 minut

Baca juga :

sumber : 
www.visitsingapore.com/id


Solo Traveling ke Singapura 4D3N ( Merlion Park dan Garden The Bay)


Better Late Than Never

So many people asked me why I learn English in my age. Yes…I am not young anymore. I am in my late 40s. But, it’s just happened. Suddenly I’m obsessed with English. That’s why I set English in one of my personal goal. I have been studying English for 1 month consistently . 


Hopefully my English will be better in 1 year. I don’t hope I will be able to speak English like native but at least I can  improve my pronounciation more better than before in 1 year.


Learning English is important and people all over the world decide to study it as a second language. English is listed as one of the official languages in more than a quarter of the countries in the world. That’s a lot of new people you can communicate with just by improving one language!


In fact, one in five people on the planet speak or understand at least a little bit of English. This makes English one of the most useful languages you can learn. After all, you can’t learn all  languages in the world, but at least you will be able to communicate with people from all different countries using English.


It’s the Language of the Media

Most of the content on the internet is written in English. Many of the world’s biggest news outlets, including TV, newspapers, magazines and radio, are produced in English. Some of your favourite films, TV shows and pop music are probably English-language. Go to any international film festival in the world and you will see that all films are either in English or have English subtitles.


English is the international language of media and arts and so, if you want to access as much as possible for yourself, without relying on translations, it’s the most powerful language you can learn today!


English is the language of the media industry. If you speak English, you don’t need to rely on translations and subtitles anymore to enjoy your favourite books, songs, films and TV shows.


English is also the language of the Internet. Many websites are written in English – you will be able to understand them and to take part in forums and discussions.


What Would  You Do With Your English?


It's Makes  Easier to Travel

I started traveling since 3 years ago. When I did my solo traveling for first time, I even couldn’t speak English at all. There were so many problem and miscommunication during my trip. So, after back from traveling, I tried to find englich class  and I chose to join with EECC. 


I have taken english class for 3 month. It reminded me again about English. I learnt grammar again and small talk English. But after my class was over, I still didn’t really want to study English until a month ago..I suddenly wanted to study English again. And I found that learning English is fun.


Read also :

8 Alasan Kenapa Harus Solo Traveling


 As I said before, English is the world’s second language. This means that learning English makes it much easier to travel anywhere you want. For example, aeroplane announcements, train timetables, emergency information and street signs are often translated into English, particularly in countries that use a different type of alphabet. Plus, even if you don’t find other travellers or local people that speak your mother tongue, you are practically guaranteed to find someone who understands some English. 


By learning English, you will also learn about other cultures. Few experiences will make you grow as a person more than learning the values, habits and way of life in a culture that is different from yours.


There are many, many reasons why learning a new language is a good idea. It allows you to communicate with new people. It helps you to see things from a different perspective, or get a deeper understanding of another culture. It helps you to become a better listener. It even has health benefits, as studies have shown that people who speak two or more languages have more active minds later in life!


What Would  You Do With Your English?


Teaching My Kids English At home

Since English is spoken in so many different countries there are thousands of schools around the world that offer programmes in English. If you speak English, there're lots of opportunities for you to find an appropriate school and course to suit your academic needs. 


English is the language of science, of aviation, computers, diplomacy, and tourism. Knowing English increases your chances of getting a good job in a multinational company within your home country or of finding work abroad.


Companies are becoming more international, and English is listed as an essential skill for more and more jobs. There are some organisations that now conduct all their business in English, no matter where in the world they are based. If you want the best paid opportunities, learning English is a great idea.


According that reasons I try to introduce English more early to my kids. I try to speak English with them in daily. So, I hope they will used to listen and speak english too. 


It’s not about I don’t proud with my native language..no..my native language still be my mother tongue. English will be second language at my home. Because I believe that beginning to learn a new language at an early age is much easier than trying to learn later.


What Will You Do With Your English?


"Life begins at the end of your comfort zone"

24 November 2019
Hari  aku jalan sama temanku mbak Nuke. Rencananya kami akan ke kampong Glam, Masjid Sultan,  foto sama merlion, Shoope mal, Garden the bay dan terakhir nonton pertunjukan spektra.

Aktifitas dimulai dari sarapan dihotel, walaupun menunya sederhana, nasi goreng, sosis dan scrambel, tapi menurutku ini makanan paling enak selama di Singapura. Tahu sendirikan demi pengiritan aku nggak banyak jajan selama disana.

Kami berangkat dari hotel sekitar jam 10 an supaya bisa sholat duhur di Masjid Sultan. 

Rute perjalanan dari MRT terdekat dari Hotel Great Madrass adalah sebagai berikut :

Great Madrass berada dikawasan litle india
walk to Rochor (DT13)
wait for DOWNTOWN LINe
ride to Bugis (EW12|DT14)
exit at B
walk to..470 m

Baca juga :





A. Kampung Glam (Kawasan Arab Street)

Arab street merupakan pusat tempat tinggal masyarakat muslim di Singapura yang lokasinya berada di Kampung Glam. Konon sebutan 'gelam' berasal dari Pohon Gelam alias Pohon Kayu Putih yang banyak tumbuh di kawasan ini. 

Arab Street bisa kita jumpai ruko - ruko yang menjual berbagai perlengkapan ibadah bagi umat muslim. Kawasan ini juga menjadi pusat perbelanjaan produk tekstil dan parfum. 

Traveling Singapura 4D3N (Kampung Glam dan Masjid Sultan)

Kawasan kampung Glam selain terkenal sebagai lokasi tempat penginapan murah yang diminati para backpacker,  juga memiliki sejumlah objek wisata menarik bagi yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai sejarah Melayu dan Arab di Singapura. 
Di kawasan ini kami hanya mengunjungi Haji lane, arab street dan Masjid Sultan. 

1. Haji Lane

Traveling Singapura 4D3N (Kampung Glam dan Masjid Sultan)

Haji lane adalah jalan kecil tak jauh dari arab street. Haji Lane menjadi lokasi belanja pernak-pernik fesyen bernuansa hipster. Disini juga dapat kita temui grafiti warna warni yang cantik dan bagunan chinese shophouse yang usianya ratusan tahun.

Haji Lane juga menjadi lokasi banyak bar dan kafe yang biasa dipenuhi anak muda kongko dari sore hingga malam hari. Ada spot - spot yang instagramable juga yang bisa di buat foto - goto cantik disini. 

2. Masjid Sultan


Traveling Singapura 4D3N (Kampung Glam dan Masjid Sultan)

Selanjutnya kami menuju Masjid Sultan sampai sana sekitar jam 11 an, jadi kami menunggu waktu sholat duhur sambil foto - foto..gabut euy. Perut sudah mulai keroncogan tapi karena kami nggak menemukan makanan yang cocok, akhirnya kami hanya makan roti bekal yang aku bawa dari hotel. 

Sayangnya cuaca tidak mendukung, ketika duhur tiba hujan turun begitu deras, akhirnya kami harus menunggu  cukup lama di masjid sampai hujan reda. But whatever, alhamdulillah kami bisa salat duhur berjamaah disini.

Masjid Sultan Singapura menjadi salah satu masjid tertua dan terbesar di Singapura dengan daya tampung mencapai 5,000 jemaah. Masjid ini dibangun pada tahun 1824 untuk Sultan Hussein Shah, sultan pertama di Singapura. Sir Stamford Raffles, pendiri Singapura, memberikan $3.000 untuk konstruksi gedung satu lantai dengan atap dua lapis.

Traveling Singapura 4D3N (Kampung Glam dan Masjid Sultan)

Masjid Sultan Singapura kemudian mendapatkan pengakuan dari pemerintah Republik Singapura para tanggal 14 Maret 1975 sebagai national monument. Dan statusnya pun kini dimiliki dan dikelola oleh Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS).


Masjid Sultan berada di Jalan Muscat (Muscat Street) menjadi perkampungan pendatangan dari Muscat, Oman, di kawasan Kampong Glam. Masjid Sultan dibangun di sini sebagai tempat ibadah masyarakatnya yang mayoritas Islam.


Setelah menghabiskan beberapa jam di Kampung Glam kami melanjutkan perjalanan menuju kawasan Marina Bay Sand...ditunggu ulasannya....

baca juga :

Pengalamanku Solo Traveling Ke Singapura 4D3N (Pulau Sentosa, Chinatown dan Bugis Street)

Traveling Singapura 4D3N (Kampung Glam dan Masjid Sultan)

                          “Life begins at the end of your comfort zone.” – Neale Donald Walsch


Ini ceritaku..tentang solo traveling first time ke Singapura. PERINGATAN : sebelum membaca sebaiknya siapkan cemilan dan kopi, karena di jamin ceritanya bakalan membosankan..hehe..

Nggak tahu kenapa,  masih susah bagiku menuangkan pikiran dalam sebuah cerita atau menceritakan kembali sebuah pengalaman dan mengemasnya menjadi sebuah cerita yang menarik. Sampai saat ini aku masih belajar untuk bisa menulis artikel yang bagus dan enak untuk dibaca.


One upon time, tepatnya weekend hari jumat tanggal 22 November 2019 aku memulai perjalanan pertamaku ke Singapura. Yeah..akhirnya aku memutuskan untuk ke Singapura juga. Traveling kali ini sebenarnya 4D3N, tapi efektifnya cuma 3D2N karena  hari pertama tiba di Singapura sudah larut malam.

Perjalanan dimulai Jumat siang jam 11siang, aku berangkat  naik bis ke Semarang (demi menghemat biaya) dan turun di halte depan Unisula, kemudian dilanjut dengan naik grab ke bandara. Biayanya aku naik grab mobil dari Kudus kalau mau ke bandara, hanya saja sekarang grab mobil mahal banget.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang dengan beberapa moda transportasi akhirnya sampai juga di bandara. Dilanjut chek in, prosedur bandara dan  pemeriksaan imigrasi.


Penerbangan menuju Singapore bersama Air Asia lancar tidak ada kendala apapun. Sekitar jam 19.20 pesawat mendarat di Singapore di Terminal 4 (T4).


Sempat agak cemas juga terkait pemeriksaan di bagian imigrasi karena info yang pernah kudengar kalau imigrasi bandara Changi terkenal agak ketat. Dan memang waktu tiba giliranku pemeriksaan imigrasi agak lebih lama daripada yang lain. Banyak sekali yang ditanyakan oleh petugasnya seperti tiket pulang dan bookingan hotel. Untungnya aku sudah mempersiapkan semua dokumen baik hardcopy maupun softcopy.


Baca juga :

Persiapan Solo Traveling Kesingapura Ala Backpacker


Setelah keluar imigrasi, aku menuju Ground Transport Desk. Aku memilih untuk ke kota dengan shuttle Changi Airport karena sampai bandara Singapura sudah agak kemalaman. Untuk tiket shuttlenya aku booking lewat online dengan harga 9 SGD booking nya disini  Booking Shuttle Changi Online


Sempat ada sedikit masalah terkait tiket shuttlenya karena aku tidak mendapat email konfirmasi bookingan dari pihak shuttlenya, untungnya aku sempat mengcapture nomor kode bookingannya.  Setelah dikonfirmasi oleh front desknya dan agak lama nunggunya karena mesti dicek dulu,akhirnya aku diperbolehkan naik shuttle.


Mbak yang dibagian frontdesk nya helpful dan bisa bahasa Melayu. Berbeda dengan drivernya yang jutek. Kalau sama yang bule- bule sepertinya dia lebih ramah, tapi sama aku dicuekin dan diomelin lagi.


7 Wonder Capsul Hostel@Jalan Besar

Sampai hostel sekitar jam 10 malam, aku langsung chek in, sama resepsionisnya dijelaskan panjang lebar dengan bahasa inggris logat India nya yang cuma 10 % aku tangkap kata -katanya...selebihnya swear aku nggak paham. Aku cuma mengangguk angguk dan yes..yes....haha...padahal blas nggak paham. 


Tipe kamar yang kubooking di hostel ini adalah capsul yang bentuknya seperti kabin atau laci..tapi lebih mirip seperti peti. Pada dasarnya aku lebih suka menginap di privat room, karena bisa beribadah dengan lebih nyaman. Hampir sebagian besar kamar dorm tidak memiliki space kosong untuk bisa digunakan buat sholat, so aku sholatnya biasanya diatas kasur dan ini sangat tidak nyaman.


Hostel  7 Wonder Capsul Hostel@Jalan Besar ini sebenarnya nyaman, kamarnya bersih, share bathroomnya juga bersih. Hanya saja semuanya serba sempit. Sangat tidak disarankan untuk kalian yang memiliki Claustrophobia atau phobia ruang sempit dan orang yang punya body jumbo. Bayangin saja, toiletnya saja juga sangat sempit hanya cukup untuk orang - orang yang memiliki berat ideal. 

Dan yang aku nggak nyaman lagi karena share bathroomnya dipakai pria dan juga wanita. Karena berdasarkan pengalamanku sebelumnya dinegara lain, share bathroom pria dan wanita biasanya dipisah.


Walau ruang toiletnya sempit, tapi aku masih bersyukur karena toiletnya ada bidetnya alias spray toilet. kabarnya di Singapore banyak toilet kering yang nggak pakai bidet, so i felt lucky find bidet in that hostel toilet..That's why kalau travelingan jangan lupa untuk membawa botol kosong ya..buat jaga - jaga kalau nggak nemu bidet..okay...


Sabtu tanggal 23 November 2019

Hari ini aku start jalan sekitar jam 9 lebih.  Nggak tau kenapa tiba - tiba aku merasa enggan mau kemana mana. Ini adalah sindrom tempat baru...Walaupun sering solo traveling tetap saja mules setiapkali musti berpetualang di tempat yang baru, padahal mustinya merasa excited.

Tiba - tiba aku dilanda kegalauan tentang banyak hal seperti cara menyeberang jalannya gimana? trus cara naik MRT nya gimana?tapi ya sudahlah..masa sudah jauh jauh kesini hanya ngendon di hostel, apalagi hostelnya juga nggak nyaman kan. So,setelah beberes, aku turun juga untuk breakfast ala kadarnya.


Hal pertama yang aku lakukan saat memulai petualangan adalah mengamati cara orang lokal menyeberang jalan..hehe..lucu ya..(saking kuatirnya kena denda), karena kebiasaan kalau menyeberang jalan di Indonesia kebanyakan asal menyeberang aja dimanapun nggak mesthi harus di zebra cross. 


Di Singapura kalau menyeberang jalan musti diarea penyeberangan jalan seperti zebra cross, jembatan penyeberangan atau penyeberangan underground. Di jembatan penyeberangan ada tombol di tiang lampu lalu lintas. Kalau mau menyeberang tinggal pencet tombolnya, trus tunggu sampai lampu berwarna hijau. Kalau lampu dengan  gambar orang jalan berwarna hijau, that's mean kita boleh menyebrang. 


Urusan menyeberang jalan sudah beres, lalu lanjut ke MRT. Sampai stasiun, baca peta jalur MRT yang biasanya ada di area pintu masuk. Cara naik MRT nya cukup mudah yaitu cek dulu naik kereta yang mana dan turun distasiun mana. 


Disetiap pintu stasiun akan ada pintu palang dan mesin untuk men tap kartu transportasi. Tinggal tap kan aja dibagian mesin tapnya, nanti palang pintunya akan terbuka. 


Solo Traveling ke Singapura


PULAU SENTOSA SINGAPURA

Stasiun terdekat dari hotelku adalah Farrer Park dan Farrer Park ini berada di jalur North East (NE) – jalur ungu. Untuk menuju Pulau Sentosa aku musti berhenti di stasiun HarbourFront yang merupakan pemberhentian terakhir di Jalur Ungu. Stasiun HarbourFront berada di dalam Vivo City Mall yang merupakan Mall terbesar di Singapura.


Ada beberapa cara untuk menuju Pulau Sentosa dari Stasiun HarbourFront. Berikut alternatif transportasi saat sudah berada di VivoCity Mall untuk menuju ke Pulau Sentosa, diantaranya :

  • Kereta Monorail, disebut juga Sentosa Express, dengan tarif 4 SGD
  • Bus RWS8, dengan tarif 2 SGD
  • Cable Car (kereta gantung), nah yang ini harganya lumayan mahal bisa sampe 25 – 30 SGD
  • Jalan Kaki via Sentosa Boardwalk
  • Naik Taxi argo (ongkosnya sesuai argo, jauh atau dekat starting pointnya)
  • Naik mobil sewaan (ongkos sewanya lumayan mahal pastinya, bisa start dari mana saja)
Solo traveling ke Singapura

Selain alternatif transportasi diatas, bisa juga jalan kaki lewat Sentosa Boardwalk melalui Vivo City Mallnya. Menurut infonya sih harus membayar 1 USD. Tapi waktu kesana gratis alias free. Ngak tahu juga kenapa gratis, mungkin ada moment moment tertentu diberlakukan gratis.


Berjalan melalui Sentosa Boardwalk ini sebenarnya lumayan jauh juga sekitar 1 km lebih, but plusnya kita bisa melihat pemandangan laut dan sambil berolahraga juga.Yes... Badan sehat dan matapun senang.


Di boardwalk ini juga ada Travelator (escalator yang memiliki pijakan datar), jadi kalau kita capek bisa menggunakan travelator ini. Dan yang pasti, nggak usah takut panas atau hujan, karena Sentosa Boardwalk ini dilengkapi dengan kanopi.


solo traveling ke singapura


Pulau Sentosa merupakan pusatnya tempat hiburan karena ada banyak atraksi dan wahana disini.

  • Imbiah Lookout yang berada di jantung Pulau sentosa. DiCluster ini terdapat 8 tempat menarik untuk belajar dan memacu adrenalin seperti taman kupu-kupu dan serangga, Sentosa Nature Discover, Images of Singapore, The Merlion dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang baru pertama kali ke Pulau Sentosa, disarankan untuk keImbiah Lookout ini.
  • Siloso Point, di kawasan ini ada tempat untuk menikmati keindahan bawah laut. Ada juga laguna lumba-lumba, Combat Skirmish Live dan sebagainya. Berikutnya adalah kawasan pantai. Ini adalah salah satu kawasan pantai di Singapore yang banyak dikunjungi wisatawan. Di sini, kalian dapat berjemur dan bermain di pantai yang tenang dan bersih. 
  • Resorts World® Sentosa. Disinilah tempatnya tempat hiburan ternama berada, seperti Universal Studio, Marine Life Park, Lake of Dream, dan masih banyak lainnya.

Tempat pertama yang aku kunjungi adalah area Resort World Sentosa. Karena aku traveler miss queen, jadi misiku diarea  ini hanya berfoto di depan bola dunia USS. Kata orang belum ke Singapura kalau belum foto di bola dunia yang ada tulisannya Unversal..jadi, kalau kalian ke Singapura jangan lupa berfoto di sini ya...


Selanjutnya aku menuju Imbiah lookout dan foto bareng patung merlion raksasa. Itupun dari kejauhan..hehe..


Setelah puas berfoto disitu aku menuju Stasiun Sentosa Express menuju Siloso Point. Disini aku cuma lihat - lihat pantainya saja, karena ngapain juga berpanas panas ria dipantai di tengah hari. Untungnya cuaca hari itu tidak terlalu panas, bahkan sempat gerimis juga.

Solo Traveling Singapura

Mushola Di Pulau Sentosa

Setelah puas berkeliling dan tenguk- tenguk dipantai, aku kembali ke sentosa expres stasiun di area Siloso Point, disini Aku mencari prayer room untuk sholat duhur dan berbekal informasi dari google, akhirnya ketemu juga prayer room nya. Yaitu dilantai basement (satu lantai dengan tempat parkir mobil dan letaknya di dekat lift di basement).


Setelah sholat aku menuju stasiun naik Sentosa express  dengan tujuan ke Vivo City Mall. Niatnya sih  di Vivo City Mall mau makan siang, tapi berhubung aku nggak cukup percaya diri makan disitu ( tepatnya karena nggak punya cukup uang), so aku hanya makan roti bekalku di area kolam renang. 


Perjalanan dilanjut menuju MRT  Harbourfront. Banyak destinasi menarik di sepanjang jalur ungu, seperti kawasan wisata belanja Chinatown dan Litle India berada jalur ini. That's why i feel so lucky nginep dekat jalur ini.

CHINATOWN SINGAPURA

Dalam perjalanan pulang ke hotel, aku berhenti dulu di kawasan Chinatown. Disepanjang jalan dekat MRT ada kawasan perbelanjaan. Aku melenggang cantik ditengah hujan gerimis. Suasana yang cukup romantis sebenarnya...tapi tidak bagi jomblo traveler sepertiku. 


Begitu keluar dari area belanja- belanja. Aku menuju Sri Mariamman Temple yang merupakan kuil hindu tertua di Singapura, sayangnya nggak bisa masuk kedalam karena infonya hanya dibuka pada momen momen tertentu.


After took picture aku berjalan menuju masjid Jamae. Dan inilah masjid pertama yang kutemui di Singapura. 


Masjid Jamae ini dulunya adalah tempat ibadah muslim Tamil yang didkenal juga dengan nama Masjid Chulia. Masjid Jamae dan Sri Mariamman Temple menjadi tengaran ternama di Shoud Bridge Road.

Solo traveling ke Singapura

Nemu masjid, itu rasanya happy banget, Selain bisa sholat dengan nyaman. Selain itu juga bisa numpang ke toilet gratis dan yang lebih senangnya lagi  disini disediakan minum gratis. Untuk traveler sepertiku ini adalah berkah tersendiri.  Aku minum air putih disini sebanyak banyaknya (mumpung gratis dan karena beli air minum di sini mahal). Seharian aku dehidrasi karena berhemat air minum.

Solo Traveling Singapura

Kembali ke Chinatown, Disini banyak kios -kios yang menjual berbagai barang. Kalau menututku sih harganya standar dan tidak terlalu mahal. Aku membeli sedikit oleh - oleh, lumayan murah serba 1 SGD,. So, aku membeli beberapa cinderamata untuk oleh -oleh.


Sebenarnya setelah dari Chinatown ini aku bermaksud mampir ke litle India, tapi berhubung sudah kesorean dan aku juga sudah janji sama mbak Nuke untuk segera ke hotelnya. Akhirnya nggak jadi dan lanjut ke stasiun MRT Farrer Park.


MRT Farrer Park terintegrasi dengan City Square Mall. Inilah yang membuatku kebingungan mencari pintu keluar menuju jalan  jalan raya, Karena kontruksi mall ini separuh lantainya berada di bawah tanah. Agak susah menemukan jalan keluar dari Mall. Hampir 1 jam lebih aku berputar berputar disini hingga akhirnya aku berhasil juga menemukan jalan keluar menuju hostel.


Sampailah aku di hostel lagi, kemudian aku packing dan chekout. Kunci kamar kuserahkan dan resepsionis memberikanku kembali uang depositku sebesar 10 SGD. Karena lokasi hotelnya mbak Nuke lumayan jauh, So aku memutuskan kesana dengan naik bus. Hitung - hitung mencoba transportasi bus di Singapura dan kebetulan dekat hostelku ada Halte bus.


CARA NAIK BUS DI SINGAPURA

Sebelum naik bus, cek dulu rute dan nomor bus nya serta perkiraan jam kedatangannya. Biasanya ada di halte untuk rute dan nomor busnya atau bisa juga di cek di google map.


Cara naik busnya masih sama  seperti naik MRT. Tap kartu dulu di pintu masuk, dan kalau mau turun sebelum sampai di halte tujuan pencet tombol yang ada di tiang. lalu kartu di tap lagi di tiang dekat tombol. Untuk pintu masuknya dari depan dekat kursi sopir dan untuk pintu keluarnya lewat pintu tengah. Unfortunately aku salah turun halte, mustinya kurang satu halte lagi. Alhasil aku harus jalan lebih jauh ke Great Madras. 


Perjalanan menuju ke Great Madras hotel sekitar 15 menit dari halte yang salah tadi. Dengan bantuan pemandu setiaku (google map) ketemu juga Hotel Great Madras tempat mbak Nuke menginap. 


Oh ya, untuk kalian yang mo stay sama teman yang sudah chek in hotel duluan, jangan lupa minta nama lengkapnya. Biar kalau ditanyain reseptionisnya nggak mencurigakan githu..syukur- syukur dijemput sama teman di loby, jadi nggak perlu menjelaskan apapun ke resepsionisnya. Soalnya waktu itu, aku lupa nanya nama lengkapnya mbak Nuke, jadinya pas di kroscek sama resepsionisnya, ak nggak bisa jawab..iyeee....malu kan...


Finally, ketemu juga ama mbak Nuke for the first time. Ternyata dia lebih friendly dari dugaanku, sungguh beda dengan gayanya kalau inbokan. Aku pikir orangnya jutek..ternyata enggak. Dia baik banget ternyata, senang bisa mengenalnya. 


So, karena kami berdua sudah kelaparan, akhirnya kami segera menuju stasiun MRT terdekat. Rencananya kita mau makan di Bugis T jungtion tapi nggak jadi. dan kita makan di area bugis street.

Bugis Street


BUGIS STREET

Bugis memang terkenal sebagai pusat belanja dan oleh-oleh di Singapura. Di Bugis ada juga surga makanan buat kamu yang punya budget minimalis. Bernama Albert Centre, pusat kuliner ini terletak di Queen Street, tepatnya di belakang Bugis Street Market. Ada ratusan pilihan makanan yang bisa kamu coba, mulai dari nasi lemak, prawn noodle, bebek panggang, laksa, dan masih banyak lagi. Harga setiap makanan pun sangat terjangkau, yaitu mulai dari $2 lho.


Tapi sayangnya ketika sampai disana  hampir sebagian besar "warung makannya" dan tutup. Nggak enak  banget nyebut warung makan..hhh..istilahnya apa ya...kios..lapak..or...hmmm..


Disitu kita cuma makan nasi goreng dan es cendol. Aku pikir nasi gorengnya murah, karena menurut infonya makan diarea situ nggak mahal kisaran 2- 3 SGD, tapi ternyata harganya 6 SGD.That's mean nasi gorengnya seharga 60 ribuan seharga nasi goreng di restoran mewah di Kudus...mahal kan, padahal cuma di lapak.

Solo Traveling Singapura

Di Albert Centre ada area makan halal dan non halal, jadi kalau mau makan disitu musti cermat menentukan pilihan. 


Perut sudah kenyang, lalu kita jalan di Bugis street untuk mencari oleh - oleh. Baru masuk sebentar toko dah mau tutup aja, jadinya buru - buru githu deh belanjanya. 

Salah kita juga sih (tepatnya aku) keluar hotel agak kemalaman. Untungnya kita nggak ketinggalan kereta pas pulangnya. Alhamdulillah sampai stasiun MRT Bugis, masih ada kereta yang beroperasi.


Begitulah cerita petualangan hari pertama tepatnya hari kedua di Singapura. Untuk cerita selanjutnya ditunggu ya....


Pengalamanku Solo Traveling Ke Singapura 4D3N (Pulau Sentosa, Chinatown dan Bugis Street)



"If you never go, you'll never know"

Mungkin bagi sebagian orang, solo traveling pertama kali pula ke negeri orang akan terasa  menakutkan. Mungkin sebagian juga tidak suka pergi sendirian, karena bingung mau ngapain plus mati gaya. Aku sendiri sebenarnya  juga lebih suka punya travel mate karena bisa share cost dan juga ada teman ngobrol.

Tapi adakalanya, susah menge- match kan waktu dengan teman - teman sesama penyuka traveling. Alhasil musti harus pergi sendiri.

Begitu juga ketika kuputuskan untuk ke Singapura, kebetulan aku dapat tiket promo yang lebih murah dari biasanya  dan timingnya tepat banget pas weekend. Lalu aku share ke teman - teman di grub, barangkali ada yang traveling bareng. Dan ternyata pada nggak bisa, jadi akhirnya aku harus pergi sendiri.

Persiapan Solo Traveling Ke Singapura Ala Backpacker
Terbang bersama Air Asia ke Singapore
Walaupun Singapura cuma sekitar 2 jam dari Indonesia, tapi aku belum pernah traveling kesana.  Kenapa? karena Singapura itu negara mahal, bahkan mungkin termahal di Asia.

Dan memang benar, berdasarkan pengalamanku traveling di beberapa negara Asia, Singapura ini boleh dibilang yang paling mahal akomodasi dan transportasinya. Bayangkan, hotel dengan kamar yang sempit saja diharga diatas 800rban dan itupun seperti hotel bintang 2 di Indonesia.

Walau Singapura negara yang mahal, nggak papa juga sekali-kali weekend nan disana. Anggap saja mampir ngopi githu.. maklum horang kaya??..hehe..nggaklah, aku disana juga modal tiket promoan dan  bekal makanan dari Indonesia.

Jadi kalau mau hemat? bisa juga kok, dengan semi backpackeran sekitar 3N4D disana, aku cuma menghabiskan uang dibawah 500rb.

Apabila melakukan solo traveling pertama kali ke suatu negara, aku lebih suka mempersiapkan diri dengan matang. Ini berbeda jika sudah pernah beberapakali berkunjung ke suatu negara, dimana kita sudah tahu betul bagaimana situasi dan kondisinya.

Jadi apa saja yang perlu dipersiapkan untuk solo traveling ke Singapura? Baca ulasannya berikut ini :

Persiapan Solo Traveling Ke Singapura Ala Backpacker
Sepatu pink dan ransel merah andalan

Persiapan Solo Traveling Ke Singapura


1. Tiket pesawat PP.
Tiket ke Singapura yang kudapat berupa tiket promo, maklum tanpa tiket promoan aku tidak akan pergi traveling. How to get it? cek-cek di Traveloka atau di websitenya Air Asia. Air Asia sering mengadakan promo berupa Sale tiket.

Jangan lupa juga untuk jadi membernya dengan login di Websitenya Air Asia, jadi kalau ada promo biasanya ada pemberitahuan lewat email. Selain itu  bisa juga dengan gabung grub seperti Backpacker International di Facebook. Karena di grub biasanya banyak info - info apabila ada sale tiket.

2. Booking Hotel
Sebelum berangkat pastikan sudah booking hotel. Cari hotel yang masih masuk budget kita, karena tahu hotel - hotel di Singapore itu mahal. Aku mencari hotel dengan lokasinya strategis dimana dekat dengan  MRT agar akses kemanapun mudah.

Pada akhirnya aku memutuskan untuk menginap di dorm hostel dengan pertimbangan biaya. Nama hostelnya 7 Wonders Capsule Hostel @Jalan Besar.

Aku memilih hostel ini dengan pertimbangan capsule nya ada kordennya, jadi lebih punya privasi. Selain itu juga strategis karena dekat dengan Farrer Park MRT dan juga Jalan Besar MRT.

Persiapan Solo Traveling Ke Singapura Ala Backpacker
7 Wonders Capsule Hostel @Jalan Besar

Untuk yang suka belanja, hostel ini juga dekat dengan beberapa tempat perbelanjaan yaitu Mustafa Centre dan City Square Mall. Aku booking untuk 3 malam lewat traveloka dengan total harga sebesar 742rb..hiks...lumayan mahal untuk ukuran bed capsule. Inilah salah satu yang membuat jiwa missquen ku meronta...

3. Susun Itinerary
Sebelum  melakukan traveling sebaiknya susun itinerary terlebih dahulu. Menurutku ini penting terutama apabila kita flash trip dalam artian kita hanya melakukan perjalan yang singkat. Dengan begitu kita tidak akan banyak membuang waktu untuk mencari info atau  browsing- browsing destinasi yang akan kita tuju.

Hal ini beda jika kita melakukan perjalanan dalam waktu yang lama, jadi kita bisa lebih santai untuk menentukan destinasi selama disana.

Selain itu pentingnya menyusun itin yaitu seringnya hal ini di tanyakan pihak imigrasi. Terutama yang imigrasinya ketat seperti Singapura. Mau kemana dan ngapain saja kamu selama disini? intinya sih githu pertanyaanya..hehe..

4. Pelajari Sistem Transportasinya.
Ini juga penting banget, kemanapun kita traveling sebaiknya pelajari terlebih dahulu sistem transportasi negara yang kita tuju. Seperti Singapura yang memiliki beberapa pilihan transporatsi antara lain MRT, LRT dan  juga bus.

Pelajarilah jalur - jalur transportasi dari hotel ke destinasi yang kita tuju dan juga sebaliknya. Pelajari juga rute dari bandara ke hotel ataupun juga sebaliknya.

5. Pelajari Aturan Negara Yang Kita Tuju.
Singapura terkenal negara dengan disiplin yang tinggi dan memiliki peraturan yang ketat seketat celana leggingku.

Sebaiknya pelajari yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama disana. Jangan sampai kita kena denda karena tidak tahu aturannya dan dendanya lumayan bisa buat kantong cekak kita jadi bolong. Percayalah..

Hal - hal yang perlu diperhatikan yaitu :
  • Jangan makan dan minum di MRT maupun stasiun.
  • Dilarang merokok di publik area.
  • Menyeberang di zebra cross atau tempat penyeberangan/ penyebebrangan underground. biasanya di tiang lampu lalu lintas ada tombolnya. Pencet tombol hingga warna hijau, baru menyeberang.
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Jangan memotong antrean
  • Jangan meludah sembarangan
  • Berdirilah disebelah kiri di eskalator, sisi sebelah kanan hanya untuk yang berjalan mendahului.
  • Jangan membawa dan  mengunyah permen karet.

6.  Tiket atau Kartu Transportasi
Untuk naik transportasi selma di Singapura, kita harus punya tiket. Ada beberapa pilihan untuk tiketnya yaitu EZ-Link Card dan Singapore Tourist Pass (STP).

Dengan pertimbangan untuk menghemat waktu, aku memilih menggunakan  kartu ATM JENIUS, ini berdasarkan info dari grub FB bahwa jenius bisa dipakai untuk naik MRT dan bus di Singapore.

Jadi sebelum berangkat, aku apply dulu ATM jenius lewat websitenya kemudian di verifikasi ke Bank BTPN. Kalau sudah di verifikasi, tinggal menunggu Card Jeniusnya dikirim ke alamat kita. Bersyukurnya ATM sampai tepat sehari sebelum berangkat ke singapore.


7. Cari Teman Lewat Aplikasi
Aplikasi yang cukup populer dikalangan traveler adalah Couchsurfing. Jika kamu suka ketemu dengan teman baru sesama penyuka traveling, baik itu orang lokal mapun sesama traveler.  Pasang saja rencana perjalalanmu di aplikasi. Tapi tetap selektif ya..pilih yang memiliki referensi yang bagus.

Sebenarnya banyak juga yang menawarkan diri jadi host untuk tinggal di rumah mereka, tapi selama ini aku belum pernah melakukannya. Kenapa? entahlah aku lebih nyaman tinggal dihotel lebih free, ini beda jika kita tinggal dengan orang lain dimana kita mesthi mengikuti aturan dirumah tersebut.

Jadi selama ini menggunakan aplikasi ini untuk mencari teman hangout dan mengenal orang lokal untuk lebih banyak bisa sharing tentang traveling dan culture.

Begitu pula ketika aku mau solo traveling ke Singapura, aku memasang rencana perjalananku di Aplikasi. Aku cek - cek juga, ada beberapa orang indonesia yang mau solo traveling di sekitar tanggal yang sama, ada sekitar 3 orang yang kuhubungi tapi no respond.

Hingga suatu hari aku cek inbok ada yang bales inbokku..dialah mbak  Nuke yang pada akhirnya jadi teman jalanku di sana. Aku bersyukur juga kenal mbak Nuke yang sudah berbaik hati memberikan tebengan nginep di hotel dengan kamar double bednya, nyaman rasanya karena tulang tulangku yang sudah mulai menua ini tidak bisa lagi tidur di capsule. Bayangin saja nginep di bed yang ala ala  laci karena saking sempitnya membuatku suah bergerak hingga badanku jadi berasa sakit semua.

Sebenarnya ada beberapa orang lokal Singapura juga yang inbok aku menawari hangout ketempat tempat wisata selama di Singapore. Tapi berhubung selama disana aku tak punya waktu hangout karena padatnya jadwal jalan- jalanku dan karena aku sudah punya teman jalan..so, aku putuskan untuk tidak menghubungi mereka.

Tapi ada yang sedikit disayangkan, ketika aku mendarat di bandara Changi, aku cek inbokku ada tawaran dari member couchsurfing untuk stay di apartemennya kalau aku blum punya booking akomodasi. Aku cek profilnya referensinya bagus dan apartemennya juga bagus dan orangnya juga good looking mak....jiahhh.....Tapi akhirnya harus kutolak karena aku dah agree stay ama mbak Nuke dihari ke 2.
Persiapan Solo Traveling Ke Singapura Ala Backpacker
Cloud Forest di Garden the bay

8. Beli Tiket Wisata di Indonesia.
Hampir sebagian besar tempat wisata di Singapura berbayar. Ngak ada salahnya untuk cek - cek tiket tempat wisata di Traveloka ataupun Klook.

Pilih dan beli tiketnya sesuai dengan destinasi yang mau dituju. Dengan membeli tiket wisata terlebih dahulu akan lebih hemat waktu dan nggak perlu banyak antri hanya untuk beli tiket di sananya. Tiket wisata yang aku beli hanya Cloud Forest dan Flower Dome.

9. Print out Semua Dokumen
Ini penting untuk jaga - jaga apabila ada pemeriksaan detail di imigrasi. Simpan juga semua soft copy dokumen penting seperti paspor, nomor rekening dll di Email.

10. Banyak doa
Banyaklah berdoa sebelum memulai perjalanan dan ketika dalam perjalanan.Agar perjalanan dimudahkan dan lancar dan selalu dipertemukan dengan orang - orang yang baik....aamiin



Hanya mau weekend nan aja kayaknya banyak banget persiapannya...hehe..namanya juga pertama kali, next kalau kesana lagi tinggal booking - booking dan berangkat saja. Karena sedikit banyak sudah paham lokasi.

So, untuk kalian yang mau backpackeran or solo travelingan..don't worry, Singapura negara yang aman untuk solo traveler...just enjoy it...

Persiapan Solo Traveling Ke Singapura Ala Backpacker