persiapan solo traveling keturki


PERSIAPAN SOLO TRAVELING KE TURKI

Ada suatu masa ketika aku begitu mendambakan ingin pergi ke Turki, saat itu motivasinya karena ingin melihat salju di Uludag, maklum seumur umur belum pernah merasakan dan melihat salju secara langsung. Selain itu motivasinya apalagi ya..hhmmm..lupa..mungkin terinspirasi dari kabar yang tersiar kalau disana gudangnya babang - babang tamvan..haha...

Tapi seiring berjalannya waktu turkey mulai terkikis dari wishlist ku. Tergantikan dengan keinginan kuat untuk traveling ke eropa. Why? karena setelah mengamati pergerakan harga tiket dibeberapa aplikasi dimana tiket ke Turki cenderung mahal dan bahkan lebih mahal dari tiket ke eropa. Sementara kalau seandainya aku ke eropa, bisa mengunjungi beberapa negara sekaligus dalam sekali traveling.

Tapi entah kenapa  tidak ada angin tidak ada hujan, aku tersamber geledek rayuan pulau kelapa postingan anak - anak di grub BI (Backpacker international) di Facebook dan Grup di WhatsApp. Saat itu memang tiket.com baru menyelenggarakan promo GLEDEK yang berbarengan juga dengan Traveloka ngasih promoan juga (ceritanya tidak mau kalah..haha..).

Jadi tepatnya tanggal 25 Maret 2019 aku issued tiket Jakarta- Istanbul PP by Oman air, trus mumpung masih musim promo sekalian saja mencari tiket Semarang - Jakarta PP untuk traveling tanggal 31 Mei s/d 9 Juni 2019.
Yess...Cukup mendadak, karena hanya 2 bulan sebelum keberangkatan. Untungnya untuk traveling ke Turki tidak perlu harus mengurus visa, seperti yang kita ketahui kalau WNI bisa visit turki dengan menggunakan eVISA (visa online) atau VOA (visa on arrival).

Setelah issued tiket, tiba - tiba aku menjadi galau gundah gulana...apa iya aku berani solo traveling kesana, sementara selama ini jangkauan solo travelingku masih seputar Asia Tenggara. So, aku mulai hunting travel mate di grub BI atau barangkali ada yang ngetrip sekitar tanggal itu, sayangnya aku tidak beruntung mendapatkan travel mate.

Sebenarnya ada anak BI yang memiliki schedule yang hampir sama , namanya mbak Sanny Theo. Kami selanjutnya juga sering ngobrol di Facebook or WhatsApp tentang itin kami, barangkali saja bisa ketemu disana.
Awalnya dia rencananya juga solo traveling, tapi sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan ternyata suaminya mb Sanny memutuskan ikut, so kami nggak jadi jalan bareng deh. Meski begitu sepanjang perjalanan ke Turki kami terus berkomunikasi.

No travel mate??? apakah ini mengendurkan semangatku untuk traveling ke Turki...Hoho..tentu tidak..karena tiket sudah terlanjur dalam genggaman, masa iya ga jadi berangkat karena tidak ada travel mate. So, Bismillah..akhirnya aku memantapkan hati untuk pergi ke Turki Sendiri.

Setelah memantapkan hati untuk solo traveling ke Turki, aku mulai mencari dan mengumpulkan informasi mengenai all about Turki dari mulai tempat wisata dan transportasinya. Karena waktunya yang tidak cukup banyak, aku memutuskan hanya mengunjungi Goreme dan Istanbul.

Kenapa Goreme karena aku ingin melihat balon udara yang terkenal di Cappadocia. Aku membayangkan akan berselfi -selfi cantik dengan background balon - balon yang beterbangan, tapi apalah daya  kenyataan tidak selalu seindah harapan...hiks..(tunggu cerita selanjutnya).

Selain masalah lokasi , aku juga hunting hotel yang murah di kota yang mau dikunjungi. Hotel yang kubooking sebelum berangkat hanya 2 hotel, yaitu hotel Terra Vista di Goreme (via booking.com) dan Sultan Hostel & Guest House di Istanbul (via traveloka). Planningnya, untuk hotel selanjutnya booking saat di Turki.

Dari semua yang aku paparkan diatas, ada hal yang paling penting untuk dipersiapkan sebelum berangkat ke Turki, yaitu tentu saja membuat evisa. Karena tanpa eVisa, kita tidak bisa masuk ke Turki (walaupun mungkin masih bisa Voa ya) tapi sebaiknya segala dokumen dipersiapkan sebelum hari keberangkatan.

Membuat evisa ini sangat mudah, cukup duduk manis di depan laptop (pastikan jaringan internet sedang bagus agar tidak putus saat sedang proses penginputan data dan pembayaran) dalam waktu nggak ada 1 jam, visa dah jadi deh.

Oh ya, selain evisa Turki, saya juga membuat evisa oman. Mengingat masa transit yang cukup lama di Oman, sayang banget kalau tidak city tour di Kota terdekat. Next akan aku ulas terpisah mengenai membuat evisa Turki dan Oman.

persiapan solo traveling ke turki
bantal leher kuning yang akhirnya hilang di Oman airport :(

BARANG- BARANG YANG PERLU DISIAPKAN SEBELUM TRAVELING KE TURKI :

1. Obat - obatan
Siapkan obat - obat yang biasa anda komsumsi.Obatku yang wajib harus dibawa tentu saja inamid, maklum perut ane sensitif. Selain itu aku juga membawa obat mag (promag), obat pusing (panadol), antimo, minyak kayu putih, tolak angin dan oban anti capek andalan yaitu molakrim.

Molakrim ini recomended banget untuk traveler (bukan promosi ya ini..tapi ini fakta), jika kita seharian jalan dan kaki terasa pegal - pegal. Maka malamnya jangan lupa oleskan molakrim di kaki terutama, dan voilaaaa...pegal - pegal akan hilang lenyap tak berbekas. Ampuh saudara -saudara, kalau nggak percaya, dicoba aja deh..

2. Pakaian dan segala pernak perniknya
Sebelum memutuskan jenis pakaian apa yang dibawa, jangan lupa cek dulu kondisi cuaca saat kita traveling. Jika cuaca panas, bawa baju yang tipis -tipis saja, tapi jika cuaca dingin bawa baju tebal dan jaket- jaket. Berhubung saya traveling ke Turki di awal summer, maka saya hanya membawa baju yang tipis saja.

Usahakan membawa baju dengan bahan yang tidak mudah kusut. Selain baju, Jangan lupa bawa pakaian dalam secukupnya (pilih yang bahannya tipis dan mudah kering kalau dicuci). Karena saya jilbaber, maka yang tidak boleh ketinggalan dibawa adalah jilbab dan perlengkapannya. Baju sudah, pakain dalan sudah..apalagi? ..oh ya, handuk kecil, kaos kaki, manset, dan tentu saja rukuh.

3. Makanan Seperlunya
Makanan yang aku bawa untuk traveling ke Turki ini adalah roti, buah, beras, indomie secukupnya, dan abon. Untuk roti, aku biasa beli di Hans Backery (takjub banget rotinya awet empuk dan tidak jamur sampai seminggu)..kok bisa? nggak tahu deh..

Pasti kalian bertanya- tanya kenapa aku beras? haha..tentu saja karena mau berhemat, selain itu karena perutku sensitif yang nggak bisa makan sembarangan. Sebenarnya agak kuatir juga membawa beras ini, kuatirnya akan ditahan di imigrasi, tapi alhamdulillah selamat sampai tujuan. Untuk perjalanan selama 6 hari aku hanya membawa 1 kg beras, dan diakkhir perjalanan masih sisa 0,5 kg beras...hehe makanku sedikit ternyata.

Aku juga membawa buah segar untuk pertama kalinya. Sempat was -was juga dan browsing browsing di google tentang boleh tidaknya membawa buah segar, walau sebenarnya ragu tapi akhirnya tetap kubawa. Aku membawa 1 kg buah apel yang kubagi dalam tas dan koper, jadi separo di ransel dan separo di koper.

4. Mini Rice Cooker
Rice cooker yang cukup mungil ini cocok banget untuk traveler yang ngirit seperti aku. Rice cooker merk Cosmos CRJ 1031 ini sangat recomended karena selain untuk masak nasi juga bisa untuk masak mie.  Yang perlu diperhatikan sebelum ditaruh bagasi, bungkus mini rice cooker dengan plastik bubble biar aman dan tahan banting.

Bukan berarti kalau sudah bawa rice cooker terus nggak jajan. Jajan sih tetep tapi kadang -kadang saja, rugi dong kalau sudah jauh - jauh ke negeri orang tapi tidak mencoba makanan lokal.

5. Peralatan mandi dan skincare
Traveling walaupun on budged harus tetap bersih dan cantik. Simpan semua skincare dan peralatan mandi dalam tas travel khusu untuk peralatan mandi..ini lebih praktis, obat - obatan juga saya taruh disini. Bath organizer ini bisa dilipat, kalian bisa chek di Shoppee untuk harganya. Saya sarankan untuk kalian traveler sebaiknya punya ini.

Hal yang harus diperhatikan adalah cek liquid yang dibawa.Cairan dalam bentuk hampo, sabun atau cairan lainnya tidak boleh melebihi 100 ml. Sebaiknya bawa sabun, odol dan lainnya dalam bentuk kemasan yang mini.

5. Koper dan Ransel
Koper yang aku bawa ukuran 24 " karena bawaanku cukup banyak, selain itu juga untuk memanfaatkan jatah bagasi dari Oman air yang total hampir 30 kg. Sayang kan, kalau sudah dapat jatah bagasi tapi tidak digunakan. Rencanaku sih kalau pulang  dari Turki, koper ini cukup untuk menampung oleh - oleh juga.

Untuk ranselnya aku bawa ransel anti maling, tapi sepertinya tas ini tidak benar - benar anti maling deh, karena kalau barangnya banyak.. retsletingnya juga tetap saja kelihatan. Untungnya ranselku ini bentuknya compact jadi nggak perlu ditaruh di kabin, cukup ditaruh dibawah kaki. Menurutku juga aman di taruh dibawah kaki mengingat diransel terdapat dompet, kamera, Hp dan doumen penting lainnya.

6. Handphone, Charger, Powerbank dan Kamera Digital
Handphone ini Seperti teman setia yang selalu ada dimanapun kita berada...bukan lebay ya..hehe..that's true. Smartphone yang canggih ini seperti yang kita ketahui sangat multi fungsi seperti untuk komunikasi, menyimpan dokumen penting, untuk urusan perbankan juga, buat selfi- selfi juga, dan banyak lagi. Jadi, pastikan untuk tidak lupa membawanya.

7. Kartu ATM dan Uang tunai secukupnya.
Mata uang Turki adalah lira, tapi aku tidak membawa lira dari Indonesia. Dari informasi yang kubaca - baca, lebih baik tarik tunai di Turki atau bawa uang US dolar.

Tapi jangn terlalubanyak membawa uang tunai.So, aku hanya membawa uang 100 US dolar, kali ini aku tidak menukar uang di Money changer tapi di Bank BRI. Kalau masalah rate, sebenernya rate nya lebih bagus di money changer.

8. Printout Dokumen Penting 
Dokumen yang perlu dipersiapkan sebelum solo traveling  ke Turki antara lain:
  • Paspor (MAHA PENTING), Tanpa paspor kalian tidak akan bisa masuk bisa pergii keluar negeri, jadi paham kan kenapa paspor ini super penting.
  • Selalu cek paspor dan taruh ditempat yang aman, sepanjang perjalanan aku taruh paspor di kantong kaos dalam (kaos dalam haji yang ada sakunya))
  • Scan paspor, ktp, pas poto lalu simpan dalam email (buat jaga - jaga kalau kemungkinan terburuk terjadi sepanjang perjalanan).
  • Print out semua eticket baik itu hotel maupun boarding pass.
  • Print out juga eVisa Turki dan Oman.
persiapan solo traveling ke turki


Mungkin itu saja yang harus dipersiapkan untuk Solo Traveling ke Turki. Mengenai Itinerary dan bagaimana kisah perjalananku ke Turki..di tunggu artikel selanjutnya..makasih sudah membaca.....kisses.

PERSIAPAN SOLO TRAVELING KE TURKI

persiapan solo traveling keturki


PERSIAPAN SOLO TRAVELING KE TURKI

Ada suatu masa ketika aku begitu mendambakan ingin pergi ke Turki, saat itu motivasinya karena ingin melihat salju di Uludag, maklum seumur umur belum pernah merasakan dan melihat salju secara langsung. Selain itu motivasinya apalagi ya..hhmmm..lupa..mungkin terinspirasi dari kabar yang tersiar kalau disana gudangnya babang - babang tamvan..haha...

Tapi seiring berjalannya waktu turkey mulai terkikis dari wishlist ku. Tergantikan dengan keinginan kuat untuk traveling ke eropa. Why? karena setelah mengamati pergerakan harga tiket dibeberapa aplikasi dimana tiket ke Turki cenderung mahal dan bahkan lebih mahal dari tiket ke eropa. Sementara kalau seandainya aku ke eropa, bisa mengunjungi beberapa negara sekaligus dalam sekali traveling.

Tapi entah kenapa  tidak ada angin tidak ada hujan, aku tersamber geledek rayuan pulau kelapa postingan anak - anak di grub BI (Backpacker international) di Facebook dan Grup di WhatsApp. Saat itu memang tiket.com baru menyelenggarakan promo GLEDEK yang berbarengan juga dengan Traveloka ngasih promoan juga (ceritanya tidak mau kalah..haha..).

Jadi tepatnya tanggal 25 Maret 2019 aku issued tiket Jakarta- Istanbul PP by Oman air, trus mumpung masih musim promo sekalian saja mencari tiket Semarang - Jakarta PP untuk traveling tanggal 31 Mei s/d 9 Juni 2019.
Yess...Cukup mendadak, karena hanya 2 bulan sebelum keberangkatan. Untungnya untuk traveling ke Turki tidak perlu harus mengurus visa, seperti yang kita ketahui kalau WNI bisa visit turki dengan menggunakan eVISA (visa online) atau VOA (visa on arrival).

Setelah issued tiket, tiba - tiba aku menjadi galau gundah gulana...apa iya aku berani solo traveling kesana, sementara selama ini jangkauan solo travelingku masih seputar Asia Tenggara. So, aku mulai hunting travel mate di grub BI atau barangkali ada yang ngetrip sekitar tanggal itu, sayangnya aku tidak beruntung mendapatkan travel mate.

Sebenarnya ada anak BI yang memiliki schedule yang hampir sama , namanya mbak Sanny Theo. Kami selanjutnya juga sering ngobrol di Facebook or WhatsApp tentang itin kami, barangkali saja bisa ketemu disana.
Awalnya dia rencananya juga solo traveling, tapi sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan ternyata suaminya mb Sanny memutuskan ikut, so kami nggak jadi jalan bareng deh. Meski begitu sepanjang perjalanan ke Turki kami terus berkomunikasi.

No travel mate??? apakah ini mengendurkan semangatku untuk traveling ke Turki...Hoho..tentu tidak..karena tiket sudah terlanjur dalam genggaman, masa iya ga jadi berangkat karena tidak ada travel mate. So, Bismillah..akhirnya aku memantapkan hati untuk pergi ke Turki Sendiri.

Setelah memantapkan hati untuk solo traveling ke Turki, aku mulai mencari dan mengumpulkan informasi mengenai all about Turki dari mulai tempat wisata dan transportasinya. Karena waktunya yang tidak cukup banyak, aku memutuskan hanya mengunjungi Goreme dan Istanbul.

Kenapa Goreme karena aku ingin melihat balon udara yang terkenal di Cappadocia. Aku membayangkan akan berselfi -selfi cantik dengan background balon - balon yang beterbangan, tapi apalah daya  kenyataan tidak selalu seindah harapan...hiks..(tunggu cerita selanjutnya).

Selain masalah lokasi , aku juga hunting hotel yang murah di kota yang mau dikunjungi. Hotel yang kubooking sebelum berangkat hanya 2 hotel, yaitu hotel Terra Vista di Goreme (via booking.com) dan Sultan Hostel & Guest House di Istanbul (via traveloka). Planningnya, untuk hotel selanjutnya booking saat di Turki.

Dari semua yang aku paparkan diatas, ada hal yang paling penting untuk dipersiapkan sebelum berangkat ke Turki, yaitu tentu saja membuat evisa. Karena tanpa eVisa, kita tidak bisa masuk ke Turki (walaupun mungkin masih bisa Voa ya) tapi sebaiknya segala dokumen dipersiapkan sebelum hari keberangkatan.

Membuat evisa ini sangat mudah, cukup duduk manis di depan laptop (pastikan jaringan internet sedang bagus agar tidak putus saat sedang proses penginputan data dan pembayaran) dalam waktu nggak ada 1 jam, visa dah jadi deh.

Oh ya, selain evisa Turki, saya juga membuat evisa oman. Mengingat masa transit yang cukup lama di Oman, sayang banget kalau tidak city tour di Kota terdekat. Next akan aku ulas terpisah mengenai membuat evisa Turki dan Oman.

persiapan solo traveling ke turki
bantal leher kuning yang akhirnya hilang di Oman airport :(

BARANG- BARANG YANG PERLU DISIAPKAN SEBELUM TRAVELING KE TURKI :

1. Obat - obatan
Siapkan obat - obat yang biasa anda komsumsi.Obatku yang wajib harus dibawa tentu saja inamid, maklum perut ane sensitif. Selain itu aku juga membawa obat mag (promag), obat pusing (panadol), antimo, minyak kayu putih, tolak angin dan oban anti capek andalan yaitu molakrim.

Molakrim ini recomended banget untuk traveler (bukan promosi ya ini..tapi ini fakta), jika kita seharian jalan dan kaki terasa pegal - pegal. Maka malamnya jangan lupa oleskan molakrim di kaki terutama, dan voilaaaa...pegal - pegal akan hilang lenyap tak berbekas. Ampuh saudara -saudara, kalau nggak percaya, dicoba aja deh..

2. Pakaian dan segala pernak perniknya
Sebelum memutuskan jenis pakaian apa yang dibawa, jangan lupa cek dulu kondisi cuaca saat kita traveling. Jika cuaca panas, bawa baju yang tipis -tipis saja, tapi jika cuaca dingin bawa baju tebal dan jaket- jaket. Berhubung saya traveling ke Turki di awal summer, maka saya hanya membawa baju yang tipis saja.

Usahakan membawa baju dengan bahan yang tidak mudah kusut. Selain baju, Jangan lupa bawa pakaian dalam secukupnya (pilih yang bahannya tipis dan mudah kering kalau dicuci). Karena saya jilbaber, maka yang tidak boleh ketinggalan dibawa adalah jilbab dan perlengkapannya. Baju sudah, pakain dalan sudah..apalagi? ..oh ya, handuk kecil, kaos kaki, manset, dan tentu saja rukuh.

3. Makanan Seperlunya
Makanan yang aku bawa untuk traveling ke Turki ini adalah roti, buah, beras, indomie secukupnya, dan abon. Untuk roti, aku biasa beli di Hans Backery (takjub banget rotinya awet empuk dan tidak jamur sampai seminggu)..kok bisa? nggak tahu deh..

Pasti kalian bertanya- tanya kenapa aku beras? haha..tentu saja karena mau berhemat, selain itu karena perutku sensitif yang nggak bisa makan sembarangan. Sebenarnya agak kuatir juga membawa beras ini, kuatirnya akan ditahan di imigrasi, tapi alhamdulillah selamat sampai tujuan. Untuk perjalanan selama 6 hari aku hanya membawa 1 kg beras, dan diakkhir perjalanan masih sisa 0,5 kg beras...hehe makanku sedikit ternyata.

Aku juga membawa buah segar untuk pertama kalinya. Sempat was -was juga dan browsing browsing di google tentang boleh tidaknya membawa buah segar, walau sebenarnya ragu tapi akhirnya tetap kubawa. Aku membawa 1 kg buah apel yang kubagi dalam tas dan koper, jadi separo di ransel dan separo di koper.

4. Mini Rice Cooker
Rice cooker yang cukup mungil ini cocok banget untuk traveler yang ngirit seperti aku. Rice cooker merk Cosmos CRJ 1031 ini sangat recomended karena selain untuk masak nasi juga bisa untuk masak mie.  Yang perlu diperhatikan sebelum ditaruh bagasi, bungkus mini rice cooker dengan plastik bubble biar aman dan tahan banting.

Bukan berarti kalau sudah bawa rice cooker terus nggak jajan. Jajan sih tetep tapi kadang -kadang saja, rugi dong kalau sudah jauh - jauh ke negeri orang tapi tidak mencoba makanan lokal.

5. Peralatan mandi dan skincare
Traveling walaupun on budged harus tetap bersih dan cantik. Simpan semua skincare dan peralatan mandi dalam tas travel khusu untuk peralatan mandi..ini lebih praktis, obat - obatan juga saya taruh disini. Bath organizer ini bisa dilipat, kalian bisa chek di Shoppee untuk harganya. Saya sarankan untuk kalian traveler sebaiknya punya ini.

Hal yang harus diperhatikan adalah cek liquid yang dibawa.Cairan dalam bentuk hampo, sabun atau cairan lainnya tidak boleh melebihi 100 ml. Sebaiknya bawa sabun, odol dan lainnya dalam bentuk kemasan yang mini.

5. Koper dan Ransel
Koper yang aku bawa ukuran 24 " karena bawaanku cukup banyak, selain itu juga untuk memanfaatkan jatah bagasi dari Oman air yang total hampir 30 kg. Sayang kan, kalau sudah dapat jatah bagasi tapi tidak digunakan. Rencanaku sih kalau pulang  dari Turki, koper ini cukup untuk menampung oleh - oleh juga.

Untuk ranselnya aku bawa ransel anti maling, tapi sepertinya tas ini tidak benar - benar anti maling deh, karena kalau barangnya banyak.. retsletingnya juga tetap saja kelihatan. Untungnya ranselku ini bentuknya compact jadi nggak perlu ditaruh di kabin, cukup ditaruh dibawah kaki. Menurutku juga aman di taruh dibawah kaki mengingat diransel terdapat dompet, kamera, Hp dan doumen penting lainnya.

6. Handphone, Charger, Powerbank dan Kamera Digital
Handphone ini Seperti teman setia yang selalu ada dimanapun kita berada...bukan lebay ya..hehe..that's true. Smartphone yang canggih ini seperti yang kita ketahui sangat multi fungsi seperti untuk komunikasi, menyimpan dokumen penting, untuk urusan perbankan juga, buat selfi- selfi juga, dan banyak lagi. Jadi, pastikan untuk tidak lupa membawanya.

7. Kartu ATM dan Uang tunai secukupnya.
Mata uang Turki adalah lira, tapi aku tidak membawa lira dari Indonesia. Dari informasi yang kubaca - baca, lebih baik tarik tunai di Turki atau bawa uang US dolar.

Tapi jangn terlalubanyak membawa uang tunai.So, aku hanya membawa uang 100 US dolar, kali ini aku tidak menukar uang di Money changer tapi di Bank BRI. Kalau masalah rate, sebenernya rate nya lebih bagus di money changer.

8. Printout Dokumen Penting 
Dokumen yang perlu dipersiapkan sebelum solo traveling  ke Turki antara lain:
  • Paspor (MAHA PENTING), Tanpa paspor kalian tidak akan bisa masuk bisa pergii keluar negeri, jadi paham kan kenapa paspor ini super penting.
  • Selalu cek paspor dan taruh ditempat yang aman, sepanjang perjalanan aku taruh paspor di kantong kaos dalam (kaos dalam haji yang ada sakunya))
  • Scan paspor, ktp, pas poto lalu simpan dalam email (buat jaga - jaga kalau kemungkinan terburuk terjadi sepanjang perjalanan).
  • Print out semua eticket baik itu hotel maupun boarding pass.
  • Print out juga eVisa Turki dan Oman.
persiapan solo traveling ke turki


Mungkin itu saja yang harus dipersiapkan untuk Solo Traveling ke Turki. Mengenai Itinerary dan bagaimana kisah perjalananku ke Turki..di tunggu artikel selanjutnya..makasih sudah membaca.....kisses.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar