Siapkan Diri Menjadi Single Parent-Melihat dari judulnya pastilah berpikir kalau ini semacam ajakan untuk menjadi single parent. Bukan? hanya untuk memberi wawasan tentang hal terburuk yang akan terjadi dalam sebuah pernikahan. Semua orang yang menikah pasti mengharapkan pernikahannya langgeng selamanya sampai kakek nenek. Tapi terkadang yang terjadi tidaklah seindah harapan, karena manusia hanya bisa berencana tapi Allah yang menentukan.

Menjadi Singgle Parent itu Tidak Mudah

Tidak seorangpun berharap menjadi single parent bahkan bermimpipun tidak seorangpun mau mengalami. Tapi yakinlah entah itu cepat atau lambat semua pasti akan mengalaminya. Berikut hal yang hasus diketahui untuk menghadapi situasi terburuk dalam sebuah pernikahan :

1.Siapkan Mental

Tanamkan pemahaman diri bahwa apapun bisa terjadi. Tidak ada sesuatupun yang abadi, begitu juga dengan pernikahan. Tidak selamanya pernikahan berjalan dengan mulus dan seindah yang diharapkan. Entah itu karena suratan takdir semisal pasangan kita dipanggil lebih dahulu menghadap Allah ataupun karena sesuatu yang tidak terduga terjadi harus terjadi perceraian. Who knows? tidak akan ada yang tahu.  Oleh karena itu, persiapkan mental untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk dalam pernikahan. Jangan sampai mengalami depresi yang berkepanjangan karena ada banyak tanggungjawab yang harus diurus, apalagi jika memiliki anak-anak. Jangan biarkan anak-anak ikut larut dalam kondisi yang tidak membahagiakan. Life must go on..apapun yang terjadi hidup harus tetap berlanjut.
Menjadi single parent bagi wanita apalagi di Indonesia bukanlah yang mudah. Menyandang status janda apalagi masih muda rentan untuk di pandang sebelah mata. Tidak sadarkah mereka, kalau "janda" dan "duda" hanyalah sebuah status. Kedudukan manusia sama di mata Tuhan tanpa memandang  status. Orang - orang yang kadang memandang sebelah mata dan meremehkan para single parent, tidak sadarkah mereka kalau kondisi seperti itu bisa saja terjadi pada mereka entah itu cepat atau lambat ( kecuali meninggalnya barengan ya..hehe..). So, mengingat hal tersebut , Mental baja memang perlu disiapkan.

2. Punya Ketrampilan

Memang benar bahwa mencari nafkah merupakan tugas seorang suami. Tapi hal ini tidak serta merta membuat wanita hanya bergantung pada suami. Jika memang tidak berkarir dan hanya sebagai ibu rumah tangga, ada baiknya wanita tetap memiliki sesuatu yang bisa dilakukan untuk mencari nafkah. Dengan memiliki ketrampilan atau keahlian tertentu, wanita tidak akan bingung untuk mengambil alih tugas mencari nafkah untuk keluarga. Anak - anakpun tidak akan terlantar dan segala kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi. Contoh ketrampilan yang bisa jadi refensi jika tidak berkarir antara lain menjahit, tata boga, kursus kecantikan dan banyak lagi.

3. Biasakan menabung

Memiliki tabungan itu penting terutama untuk menghadapi situasi tidak terduga. Biasakan menyisihkan uang belanja untuk ditabung. Sehingga apabila tiba - tiba kondisi memaksa wanita menjadi kepala keluarga dan sebagai pencari nafkah keluarga. setidaknya tabungan bisa mengcover kebutuhan keluarga untuk sementara sambil tetap berikhtiar untuk mencari pekerjaan.

4. Biasakan Mandiri

Ada baiknya wanita juga punya banyak pengetahuan dalam mengurus banyak hal. Jangan hanya mengantungkan diri pada suami..."aaah tidak mau tahu, yang ngurus suamiku semua"..BIG NO...Walaupun saat ini bukan kita yang mengurusnya usahakan untuk tetap tahu. Contohnya : tahu bagaimana mengisi pulsa listrik, tahu bagaimana membayar tagihan telepon, tahu bagaimana mengurus surat -surat atau dokumen pribadi maupun dokumen keluarga. Kelihatannya memang sepele tapi hal ini sangat penting. Jadi ketika tiba-tiba tidak ada suami, wanita tidak akan kebingungan untuk mengurus sesuatu hal yang terkait keperluan  keluarga.
Wanita harus bisa "mobile" dalam artian bisa mengendarai sepeda motor atau bisa menyetir, minimal bisa naik sepeda onthel. Coba bayangkan dalam kondisi menjadi single parent dan  tidak bisa mengendarai kendaraan bagaimana ketika harus mengantar anak sekolah, bagaimana harus belanja kebutuhan rumah tangga..tidak selamanya kan bisa mengandalkan becak ataupun angkot. Jangan malas untuk belajar, kalau saat ini semua di handle oleh suami..tapi bagaimana jika sudah tidak ada lagi..mau bergantung pada siapa???

5. Banyak berdo'a dan Pasrah kepada Allah.

Manusia hanya bisa mengharapkan dan menjalani kehidupan sebaik yang bisa dilakukan. Do'a merupakan kekuatan yang akan membuat hati menjadi tenang. Berdo'a untuk segala kebaikan dan pasrahkan semuanya pada Allah. Apapun yang akan terjadi itulah yang terbaik yang sudah ditetapkan oleh Allah. Yakinlah Allah punya rencana indah karena adakalanya sesuatu yang menurut kita tidak baik mungkin itu yang terbaik menurut Allah. Tidak ada yang abadi di dunia ini, bahagia tidak akan selamanya, derita juga tidak akan selamanya karena habis gelap pasti akan terbit terang. Percayalah....

Hidup tidak selamanya indah dan roda akan terus berputar kadang akan di bawah dan kadang juga akan diatas. Siapkah diri kita menghadapi situasi terburuk sekalipun? Yang paling penting nikmati hari ini, syukuri yang kita miliki saat ini, berikhtiar, banyak berdo'a dan pasrahkan semuanya pada Allah. Hidup itu Lillahi ta'aala...
Wallahu A'lam Bishawab

Siapkan Diri Menjadi Single Parent


Siapkan Diri Menjadi Single Parent-Melihat dari judulnya pastilah berpikir kalau ini semacam ajakan untuk menjadi single parent. Bukan? hanya untuk memberi wawasan tentang hal terburuk yang akan terjadi dalam sebuah pernikahan. Semua orang yang menikah pasti mengharapkan pernikahannya langgeng selamanya sampai kakek nenek. Tapi terkadang yang terjadi tidaklah seindah harapan, karena manusia hanya bisa berencana tapi Allah yang menentukan.

Menjadi Singgle Parent itu Tidak Mudah

Tidak seorangpun berharap menjadi single parent bahkan bermimpipun tidak seorangpun mau mengalami. Tapi yakinlah entah itu cepat atau lambat semua pasti akan mengalaminya. Berikut hal yang hasus diketahui untuk menghadapi situasi terburuk dalam sebuah pernikahan :

1.Siapkan Mental

Tanamkan pemahaman diri bahwa apapun bisa terjadi. Tidak ada sesuatupun yang abadi, begitu juga dengan pernikahan. Tidak selamanya pernikahan berjalan dengan mulus dan seindah yang diharapkan. Entah itu karena suratan takdir semisal pasangan kita dipanggil lebih dahulu menghadap Allah ataupun karena sesuatu yang tidak terduga terjadi harus terjadi perceraian. Who knows? tidak akan ada yang tahu.  Oleh karena itu, persiapkan mental untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk dalam pernikahan. Jangan sampai mengalami depresi yang berkepanjangan karena ada banyak tanggungjawab yang harus diurus, apalagi jika memiliki anak-anak. Jangan biarkan anak-anak ikut larut dalam kondisi yang tidak membahagiakan. Life must go on..apapun yang terjadi hidup harus tetap berlanjut.
Menjadi single parent bagi wanita apalagi di Indonesia bukanlah yang mudah. Menyandang status janda apalagi masih muda rentan untuk di pandang sebelah mata. Tidak sadarkah mereka, kalau "janda" dan "duda" hanyalah sebuah status. Kedudukan manusia sama di mata Tuhan tanpa memandang  status. Orang - orang yang kadang memandang sebelah mata dan meremehkan para single parent, tidak sadarkah mereka kalau kondisi seperti itu bisa saja terjadi pada mereka entah itu cepat atau lambat ( kecuali meninggalnya barengan ya..hehe..). So, mengingat hal tersebut , Mental baja memang perlu disiapkan.

2. Punya Ketrampilan

Memang benar bahwa mencari nafkah merupakan tugas seorang suami. Tapi hal ini tidak serta merta membuat wanita hanya bergantung pada suami. Jika memang tidak berkarir dan hanya sebagai ibu rumah tangga, ada baiknya wanita tetap memiliki sesuatu yang bisa dilakukan untuk mencari nafkah. Dengan memiliki ketrampilan atau keahlian tertentu, wanita tidak akan bingung untuk mengambil alih tugas mencari nafkah untuk keluarga. Anak - anakpun tidak akan terlantar dan segala kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi. Contoh ketrampilan yang bisa jadi refensi jika tidak berkarir antara lain menjahit, tata boga, kursus kecantikan dan banyak lagi.

3. Biasakan menabung

Memiliki tabungan itu penting terutama untuk menghadapi situasi tidak terduga. Biasakan menyisihkan uang belanja untuk ditabung. Sehingga apabila tiba - tiba kondisi memaksa wanita menjadi kepala keluarga dan sebagai pencari nafkah keluarga. setidaknya tabungan bisa mengcover kebutuhan keluarga untuk sementara sambil tetap berikhtiar untuk mencari pekerjaan.

4. Biasakan Mandiri

Ada baiknya wanita juga punya banyak pengetahuan dalam mengurus banyak hal. Jangan hanya mengantungkan diri pada suami..."aaah tidak mau tahu, yang ngurus suamiku semua"..BIG NO...Walaupun saat ini bukan kita yang mengurusnya usahakan untuk tetap tahu. Contohnya : tahu bagaimana mengisi pulsa listrik, tahu bagaimana membayar tagihan telepon, tahu bagaimana mengurus surat -surat atau dokumen pribadi maupun dokumen keluarga. Kelihatannya memang sepele tapi hal ini sangat penting. Jadi ketika tiba-tiba tidak ada suami, wanita tidak akan kebingungan untuk mengurus sesuatu hal yang terkait keperluan  keluarga.
Wanita harus bisa "mobile" dalam artian bisa mengendarai sepeda motor atau bisa menyetir, minimal bisa naik sepeda onthel. Coba bayangkan dalam kondisi menjadi single parent dan  tidak bisa mengendarai kendaraan bagaimana ketika harus mengantar anak sekolah, bagaimana harus belanja kebutuhan rumah tangga..tidak selamanya kan bisa mengandalkan becak ataupun angkot. Jangan malas untuk belajar, kalau saat ini semua di handle oleh suami..tapi bagaimana jika sudah tidak ada lagi..mau bergantung pada siapa???

5. Banyak berdo'a dan Pasrah kepada Allah.

Manusia hanya bisa mengharapkan dan menjalani kehidupan sebaik yang bisa dilakukan. Do'a merupakan kekuatan yang akan membuat hati menjadi tenang. Berdo'a untuk segala kebaikan dan pasrahkan semuanya pada Allah. Apapun yang akan terjadi itulah yang terbaik yang sudah ditetapkan oleh Allah. Yakinlah Allah punya rencana indah karena adakalanya sesuatu yang menurut kita tidak baik mungkin itu yang terbaik menurut Allah. Tidak ada yang abadi di dunia ini, bahagia tidak akan selamanya, derita juga tidak akan selamanya karena habis gelap pasti akan terbit terang. Percayalah....

Hidup tidak selamanya indah dan roda akan terus berputar kadang akan di bawah dan kadang juga akan diatas. Siapkah diri kita menghadapi situasi terburuk sekalipun? Yang paling penting nikmati hari ini, syukuri yang kita miliki saat ini, berikhtiar, banyak berdo'a dan pasrahkan semuanya pada Allah. Hidup itu Lillahi ta'aala...
Wallahu A'lam Bishawab

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar