Ikhlaskanlah dan Maafkan masa lalumu- Setiap orang pasti punya masa lalu yang mungkin tidak diharapkan terjadi atau mungkin masa lalu yang dianggap kelam. Adakalanya kita mengambil keputusan yang salah di masa lalu. Ada saat dimana kita melakukan perbuatan yang tak seharusnya di masa lalu.

Setiapkali mengingat masa - masa tidak menyenangkan dimasa lalu, yang ada hanya kesedihan dan penyesalan, hingga  pada akhirnya hanya menyalahkan diri sendiri.

Kalau melihat uraian diatas, masa lalu yang suram itu dibagi menjadi dua macam :
1. Masa lalu yang merupakan bagian dari ketetapan Allah, contohnya kepergian seseorang yang kita cintai (wafat), penyakit fisik dan sejenisnya.
2. Masa lalu kelam yang diakibatkan kesalahan sendiri, contohnya salah mengambil keputusan, melakukan hal- hal yang dilarang atau perbuatan yang tidak seharusnya.

Berdamailah dan Maafkan Masa Lalu

Masalalu itu seperti sebuah bayangan hitam, yang akan selalu ada mengikuti kita. Dia tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita. Kita memang tidak akan bisa membuang masa lalu karena itu memang pernah ada dan pernah terjadi dalam perjalanan hidup kita.

Hidup memang kadang berjalan tak sesuai harapan, hingga akhirnya terkadang kita akan menyalahkan takdir..kenapa harus seperti ini?..kenapa harus begini?....Bahkan adakalanya kita membiarkan diri kita terus terbengkalai pada kesalahan di masa lalu. Dan yang lebih parah lagi kalau sampai mengalami trauma dan depresi.

Berkubang pada penyesalan hanya akan membuat hidup kita jauh dari bahagia. Toh..hidup hanya sebentar kenapa kita harus menenggelamkan diri kita pada kondisi yang tidak membahagiakan.

Cobalah untuk Ikhlas dan Banyak bersyukur

Saat kita begitu terpuruk dan mengasihani diri sendiri..ingatlah, kalau kita tidak sendiri. Banyak yang senasip dengan kita dan bahkan jauh lebih buruk. Menyesal juga tidak ada gunanya karena semua sudah terjadi. 

Meratapi masa lalu juga tidak ada gunanya karena masa lalu juga tidak akan kembali. Kuncinya banyak - banyaklah bersyukur. Apapun yang pernah terjadi, ikhlaskanlah dan berdamailah dengan masa lalu.

Setidaknya kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan untuk hidup lebih baik lagi. Karena Jalan tak pernah mulus, walaupun sedikit pasti tetap akan ada lubang.

Tapi terkadang kenyataan memang tidak semudah teori. Ketika ujian besar menghampiri hidup kita. Langit serasa runtuh dan tanpa kita sadari , kita menyalahkan Tuhan..Kenapa harus aku yang mengalami ini?..Kenapa ini harus terjadi padaku?..kenapa takdir begitu kejam padaku?..sehari..dua hari..sebulan..setahun..hidup dalam genangan air mata. Berasa mau bangkit tapi takut untuk berdiri. Berasa ingin melangkah tapi takut terjatuh lagi.

Sesudah Kesulitan Akan Ada Kemudahan

Andaikan kita menyadari bahwa semua yang terjadi pasti sudah ketetapan dari Nya. Andaikan kita menyadari bahwa kesalahan yang terjadi di masa lalu mungkin awal atau pembelajaran buat kita untuk hidup lebih baik lagi kedepannya.

Atau itu mungkin cobaan hidup kita, untuk menguji  seberapa kuat kita bertahan. Saat kita terpuruk dalam penyesalan itu artinya Allah sedang membuka pintu taubat untuk kita dan ingatlah "Allah tidak akan membebani kaumnya melebihi kemampuannya" dan sesuai janjinya dalam surat al Insyirah, "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". 

Dari dulupun saya mempercayai itu bahwa sesudah kesulitan akan ada kemudahan, tapi yang terjadi.. setelah ada kemudahan..mungkin akan ada kesulitan lagi karena hidup akan terus berputar.

Ikhlaskan dan Maafkan

Jadi apa yang harus kita lakukan terhadap masa lalu kelam?actually, nothing to do. Melupakan? saya rasa itu tidak mungkin karena itu memang pernah terjadi..(hehe..kecuali kita amnesia ya..). 

Cobalah berdamai dengan masa lalu kita, ikhlaskan....maafkan....dan cobalah untuk lebih fokus hidup hanya pada saat ini. Hidup dengan tidak menyesali masa lalu dan tidak pula mengkuatirkan masa depan yang belum terjadi. Nikmati saja yang ada saat ini pada kehidupan kita dan kamu akan menemukan bahagia.

Istighfar

Bisa jadi, Allah memberikan kita ujian sebagai peringatan untuk kita yang sudah banyak melupakan NYa. Bisa jadi pula, segala ujian itu tanda sayang Allah kepada kita agar kita menjadi lebih baik dan lebih kuat kedepannya. Menangislah..tapi bukan meratapi yang terjadi.

Menangislah karena sebuah penyesalan akan segala kesalahan di masa lalu. Bertobatlah dan tidak mengulangi lagi. Banyak beristighfar itu akan melapangkan sesaknya dada akan kenangan masa lalu. Banyak beristighfar agar kita selalu mengingat Allah dan hidup lebih baik ke kedepannya.

Pasrah dan Tawakal

Setelah ikhlas dan memaafkan yang bisa kita lakukan hanya berusaha dan bertawakal. Berusaha untuk hidup lebih baik dengan berkaca pada masa lalu. 

Seperti kata pepatah "Pengalaman adalah guru yang paling berharga". Adakalanya kita memang perlu untuk menengok ke belakang, agar kita tidak kembali tersesat di masa depan dengan kesalahan yang sama.

Bagaimana hidup seharusnya?Seharusnya kita menyadari kalau hidup itu harus Lillah, niatkan semuanya hanya untuk Allah semata. Karena tujuan hidup sebenarnya bukan di kehidupan fana ini tapi kelak di kehidupan abadi. Dunia hanya tempat mampir dan menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang di kehidupan abadi.

Apa Sebenarnya Bahagia itu?

Bahagia itu relatif. setiap orang memaknai bahagia itu beda-beda. Ada yang punya banyak uang dia merasa bahagia. Ada yang menjadikan kesuksesan berkarir sebagai tolok ukur bahagia. Ada pula yang hanya cukup bisa makan hari ini dia merasa bahagia.

Menurut saya bahagia itu sederhana, saat saya bangun pagi dan dalam kondisi sehat, itu sudah cukup membahagiakan buat saya, karena itu tandanya saya masih diberi kesempatan untuk menikmati hari ini dan masih diberi kesempatan untuk terus memperbaiki diri, agar hari lebih baik daripada hari kemarin. 

Masa lalu entah itu pahit, entah itu manis..biarkanlah semuanya menjadi kenangan.

Banyak bersyukur itu akan membuat kita merasa bahagia. Saat saya ditanya..kapan  saat paling bahagia dalam hidup saya?..yaitu saat ini..sekarang dan disini... Jalani saja..

"Masa laluku, aku menyimpanmu dalam kotak kecil dan gelap, kunamakan kotak itu kenangan. Ku letakkan di sudut hatiku yang tergelap, agar menjadi samar hingga aku tak lagi bisa melihatnya. Kubiarkan engkau tetap disitu, dan mungkin kadang aku akan menengokmu bukan karena aku tak bisa melupakanmu. Tapi sebagai pengingat kalau engkau sudah tak bisa ada lagi di kehidupanku saat ini dan dimasa yang akan datang".

Ikhlaskanlah dan Maafkan Masa Lalumu


Ikhlaskanlah dan Maafkan masa lalumu- Setiap orang pasti punya masa lalu yang mungkin tidak diharapkan terjadi atau mungkin masa lalu yang dianggap kelam. Adakalanya kita mengambil keputusan yang salah di masa lalu. Ada saat dimana kita melakukan perbuatan yang tak seharusnya di masa lalu.

Setiapkali mengingat masa - masa tidak menyenangkan dimasa lalu, yang ada hanya kesedihan dan penyesalan, hingga  pada akhirnya hanya menyalahkan diri sendiri.

Kalau melihat uraian diatas, masa lalu yang suram itu dibagi menjadi dua macam :
1. Masa lalu yang merupakan bagian dari ketetapan Allah, contohnya kepergian seseorang yang kita cintai (wafat), penyakit fisik dan sejenisnya.
2. Masa lalu kelam yang diakibatkan kesalahan sendiri, contohnya salah mengambil keputusan, melakukan hal- hal yang dilarang atau perbuatan yang tidak seharusnya.

Berdamailah dan Maafkan Masa Lalu

Masalalu itu seperti sebuah bayangan hitam, yang akan selalu ada mengikuti kita. Dia tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita. Kita memang tidak akan bisa membuang masa lalu karena itu memang pernah ada dan pernah terjadi dalam perjalanan hidup kita.

Hidup memang kadang berjalan tak sesuai harapan, hingga akhirnya terkadang kita akan menyalahkan takdir..kenapa harus seperti ini?..kenapa harus begini?....Bahkan adakalanya kita membiarkan diri kita terus terbengkalai pada kesalahan di masa lalu. Dan yang lebih parah lagi kalau sampai mengalami trauma dan depresi.

Berkubang pada penyesalan hanya akan membuat hidup kita jauh dari bahagia. Toh..hidup hanya sebentar kenapa kita harus menenggelamkan diri kita pada kondisi yang tidak membahagiakan.

Cobalah untuk Ikhlas dan Banyak bersyukur

Saat kita begitu terpuruk dan mengasihani diri sendiri..ingatlah, kalau kita tidak sendiri. Banyak yang senasip dengan kita dan bahkan jauh lebih buruk. Menyesal juga tidak ada gunanya karena semua sudah terjadi. 

Meratapi masa lalu juga tidak ada gunanya karena masa lalu juga tidak akan kembali. Kuncinya banyak - banyaklah bersyukur. Apapun yang pernah terjadi, ikhlaskanlah dan berdamailah dengan masa lalu.

Setidaknya kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan untuk hidup lebih baik lagi. Karena Jalan tak pernah mulus, walaupun sedikit pasti tetap akan ada lubang.

Tapi terkadang kenyataan memang tidak semudah teori. Ketika ujian besar menghampiri hidup kita. Langit serasa runtuh dan tanpa kita sadari , kita menyalahkan Tuhan..Kenapa harus aku yang mengalami ini?..Kenapa ini harus terjadi padaku?..kenapa takdir begitu kejam padaku?..sehari..dua hari..sebulan..setahun..hidup dalam genangan air mata. Berasa mau bangkit tapi takut untuk berdiri. Berasa ingin melangkah tapi takut terjatuh lagi.

Sesudah Kesulitan Akan Ada Kemudahan

Andaikan kita menyadari bahwa semua yang terjadi pasti sudah ketetapan dari Nya. Andaikan kita menyadari bahwa kesalahan yang terjadi di masa lalu mungkin awal atau pembelajaran buat kita untuk hidup lebih baik lagi kedepannya.

Atau itu mungkin cobaan hidup kita, untuk menguji  seberapa kuat kita bertahan. Saat kita terpuruk dalam penyesalan itu artinya Allah sedang membuka pintu taubat untuk kita dan ingatlah "Allah tidak akan membebani kaumnya melebihi kemampuannya" dan sesuai janjinya dalam surat al Insyirah, "karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan". 

Dari dulupun saya mempercayai itu bahwa sesudah kesulitan akan ada kemudahan, tapi yang terjadi.. setelah ada kemudahan..mungkin akan ada kesulitan lagi karena hidup akan terus berputar.

Ikhlaskan dan Maafkan

Jadi apa yang harus kita lakukan terhadap masa lalu kelam?actually, nothing to do. Melupakan? saya rasa itu tidak mungkin karena itu memang pernah terjadi..(hehe..kecuali kita amnesia ya..). 

Cobalah berdamai dengan masa lalu kita, ikhlaskan....maafkan....dan cobalah untuk lebih fokus hidup hanya pada saat ini. Hidup dengan tidak menyesali masa lalu dan tidak pula mengkuatirkan masa depan yang belum terjadi. Nikmati saja yang ada saat ini pada kehidupan kita dan kamu akan menemukan bahagia.

Istighfar

Bisa jadi, Allah memberikan kita ujian sebagai peringatan untuk kita yang sudah banyak melupakan NYa. Bisa jadi pula, segala ujian itu tanda sayang Allah kepada kita agar kita menjadi lebih baik dan lebih kuat kedepannya. Menangislah..tapi bukan meratapi yang terjadi.

Menangislah karena sebuah penyesalan akan segala kesalahan di masa lalu. Bertobatlah dan tidak mengulangi lagi. Banyak beristighfar itu akan melapangkan sesaknya dada akan kenangan masa lalu. Banyak beristighfar agar kita selalu mengingat Allah dan hidup lebih baik ke kedepannya.

Pasrah dan Tawakal

Setelah ikhlas dan memaafkan yang bisa kita lakukan hanya berusaha dan bertawakal. Berusaha untuk hidup lebih baik dengan berkaca pada masa lalu. 

Seperti kata pepatah "Pengalaman adalah guru yang paling berharga". Adakalanya kita memang perlu untuk menengok ke belakang, agar kita tidak kembali tersesat di masa depan dengan kesalahan yang sama.

Bagaimana hidup seharusnya?Seharusnya kita menyadari kalau hidup itu harus Lillah, niatkan semuanya hanya untuk Allah semata. Karena tujuan hidup sebenarnya bukan di kehidupan fana ini tapi kelak di kehidupan abadi. Dunia hanya tempat mampir dan menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang di kehidupan abadi.

Apa Sebenarnya Bahagia itu?

Bahagia itu relatif. setiap orang memaknai bahagia itu beda-beda. Ada yang punya banyak uang dia merasa bahagia. Ada yang menjadikan kesuksesan berkarir sebagai tolok ukur bahagia. Ada pula yang hanya cukup bisa makan hari ini dia merasa bahagia.

Menurut saya bahagia itu sederhana, saat saya bangun pagi dan dalam kondisi sehat, itu sudah cukup membahagiakan buat saya, karena itu tandanya saya masih diberi kesempatan untuk menikmati hari ini dan masih diberi kesempatan untuk terus memperbaiki diri, agar hari lebih baik daripada hari kemarin. 

Masa lalu entah itu pahit, entah itu manis..biarkanlah semuanya menjadi kenangan.

Banyak bersyukur itu akan membuat kita merasa bahagia. Saat saya ditanya..kapan  saat paling bahagia dalam hidup saya?..yaitu saat ini..sekarang dan disini... Jalani saja..

"Masa laluku, aku menyimpanmu dalam kotak kecil dan gelap, kunamakan kotak itu kenangan. Ku letakkan di sudut hatiku yang tergelap, agar menjadi samar hingga aku tak lagi bisa melihatnya. Kubiarkan engkau tetap disitu, dan mungkin kadang aku akan menengokmu bukan karena aku tak bisa melupakanmu. Tapi sebagai pengingat kalau engkau sudah tak bisa ada lagi di kehidupanku saat ini dan dimasa yang akan datang".

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar